Makalah Sejarah
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayahNya kepada kami dan tak lupa bershalawat pada Nabi Muhammad S.A.W sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini sesuai dengan yang kami harapkan.
Makalah yang berjudul “KAITAN DAN PENGARUH KEHIDUPAN MANUSIA PRA AKSARA PADA MASA KINI“ ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas dalam pelajaran Sejarah Indonesia pada tahun ajaran 2017/2018. Kami berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya.
Kami menyadari bahwa penulisan ataupun pembahasan karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga akan menjadi suatu kehormatan besar bagi kami apabila mendapatkan kritikan dan saran yang membangun sehingga selanjutnya akan lebih baik dan sempurna.
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A. Latar Belakang...................................................................................................... 1
B. Tujuan penulisan................................................................................................... 1
C. Rumusan Masalah................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................. 2
A. Pengertian Masa Pra Aksara................................................................................. 2
B. Pengaruh Kepercayaan kehidupan manusia praaksara dengan kehidupan kini.... 2
C. Budaya kehidupan manusia pra-aksara pada masa kini........................................ 3
BAB III PENUTUP......................................................................................................... 7
A. Kesimpulan........................................................................................................... 7
B. Saran .................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masa praaksara adalah masa dimana manusia belum mengenal tulisan. Masa praaksara sering disebut sebagai masa prasejarah. Kehidupan manusia pada masa praaksara disebut sebagai kehidupan manusia purba. Manusia muncul di permukaan bumi kira-kira 3 juta tahun yang lalu bersama dengan terjadinya berkali-kali pengesan atau glasiasi dalam zaman yang disebut kala plestosen.
Manusia pra aksara adalah manusia yang hidup sebelum tulisan dikenal. Karena belum ditemukan peninggalan tertulis, maka gambaran mengenai kehidupan manusia purba dapat diketahui melalui peninggalan-peninggalan berupa fosil, artefak, abris saus roche, Kejokken Moddinger dan lainnya.
Kehidupan awal masyarakat pra aksara Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan geografis wilayah Indonesia. Sebelum zaman es atau glasial, wilayah Indonesia bagian barat menjadi satu dengan daratan Asia dan wilayah Indonesia bagian timur menjadi satu dengan daratan Australia
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian masa Pra Aksara?
2. Bagaimana pengaruh kepercayaan kehidupan manusia pra aksara dengan kehidupan masa kini?
3. Apasajakah Budaya kehidupan mannusia pra-aksara pada masa kini?
C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini, untuk mengetahui sebagai berikut :
1. masa Pra Aksara
2. Pengaruh kepercayaan kehidupan manusia pra aksara dengan kehidupan masa kini
3. Budaya kehidupan mannusia pra-aksara pada masa kini
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Masa Pra Aksara
Masa pra aksara atau biasa disebut masa prasejarah adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Manusia yang diperkirakan hidup pada masa pra aksara adalah manusia purba. Pada masa ini, kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Satu-satunya sumber untuk mengetahui kehidupan manusia purba hanya melalui peninggalan-peninggalan mereka yang berupa fosil, alat-alat kehidupan, dan fosil tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang hidup dan berkembang pada masa itu.
Zaman pra aksara berlangsung sangat lama, yaitu sejak manusia belum mengenal tulisan hingga manusia mulai mengenal dan menggunakan tulisan. Zaman manusia mengenal dan menggunakan tulisan disebut zaman aksara atau zaman sejarah. Zaman pra aksara di Indonesia berlangsung sampai abad ke-3 Masehi. Jadi, pada abad ke-4 Masehi, manusia Indonesia baru mulai mengenal tulisan. Hal ini dapat diketahui dari batu bertulis yang terdapat di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Meskipun prasasti tersebut tidak berangka tahun, tetapi bahasa dan bentuk huruf yang digunakan menunjukkan bahwa prasasti tersebut dibuat kurang lebih tahun 400 Masehi. Tabir perkembangan kehidupan masyarakat pra aksara Indonesia, dapat diketahui dalam pembabakan zaman pra aksara berdasarkan arkeologi dan ciri kehidupan masyarakat.
Masa pra aksara atau biasa disebut masa prasejarah adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Manusia yang diperkirakan hidup pada masa pra aksara adalah manusia purba. Pada masa ini, kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Satu-satunya sumber untuk mengetahui kehidupan manusia purba hanya melalui peninggalan-peninggalan mereka yang berupa fosil, alat-alat kehidupan, dan fosil tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang hidup dan berkembang pada masa itu.
Zaman pra aksara berlangsung sangat lama, yaitu sejak manusia belum mengenal tulisan hingga manusia mulai mengenal dan menggunakan tulisan. Zaman manusia mengenal dan menggunakan tulisan disebut zaman aksara atau zaman sejarah. Zaman pra aksara di Indonesia berlangsung sampai abad ke-3 Masehi. Jadi, pada abad ke-4 Masehi, manusia Indonesia baru mulai mengenal tulisan. Hal ini dapat diketahui dari batu bertulis yang terdapat di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Meskipun prasasti tersebut tidak berangka tahun, tetapi bahasa dan bentuk huruf yang digunakan menunjukkan bahwa prasasti tersebut dibuat kurang lebih tahun 400 Masehi. Tabir perkembangan kehidupan masyarakat pra aksara Indonesia, dapat diketahui dalam pembabakan zaman pra aksara berdasarkan arkeologi dan ciri kehidupan masyarakat.
B. Pengaruh Kepercayaan Kehidupan Manusia Praaksara dengan Kehidupan Masa Kini
Tak sedikit masyarakat Indonesia di masa kini yang masih memegang tradisi kepercayaan di masa lalu.Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Nias,misalnya,masih ditemukan aktivitas yang berhubungna dengan tradisi megalitik.Arca-arca batu berusia ratusan tahun banyak dijumpai di halaman-halaman rumah penduduk.Di hampir setiap kampung,terutama kampung-kampung tua,selalu ada arca yang menggambarkan cikal bakal nenek moyang mereka.Patung-patung yang merupakan simbol nenek moyang itu masih dipuja.
Arca menhir didirikan di halaman depan rumah.Semakin dekat arca menhir yang didirikan mendekati sosok manusia,maka status sang pemilik akan dianggap telah mendekati sifat kedewaan.Tokoh itu untuk selanjutnya dianggap sebagai pelindung masyarakat.Dengan demikian,pendirian objek-objek megalitik tak hanya dimaksudkan sebagai media penghubung antara si hidup dan si mati,tetapi juga berkaitan dengan derajat sosial seseorang.
Daerah lain yang masih memiliki tradisi megalitik yang kuat yaitu Tana Toraja (Sulawesi Selatan).Orang Toraja menyebut diri mereka to raya,yang artinya orang besar turunan raja.Kata Toraja juga berasal dari kata to riaja,yang berarti orang dari dataran tinggi.Banyaknya peninggalan tradisi megalitik tersebar di Tana Toraja,seperti menhir,wadah kubur kayu,dan liang (tempat penguburan).Bangunan megalitik yang tersisa banyak berupa menhir yangoleh penduduk setempat disebut simbuang.
Keunikan peninggalan megalitik Tana Toraja terletak pada cara dan tempat penguburan berupa tebing yang di lubang dan wadah kubur kayunya yang disebut erong.Sedangkan tempat-tempat penguburan di tebing-tebing disebut dengan liang.Semuanya tersebar hampir di seluruh wilayah Tana Toraja.Kelanjutan tradisi megalitik juga masih banyak ditemukan di tempat lain.
Di Jawa yang telah banyak mendapat pengaruh budaya dari luar,agak sulit ditemukan tradisi-tradisi dari Zaman Megalitik.Namun,terkadang tradisi Megalitik nampak berperan dalam beberapa aspek kehidupan,misalnya kepercayaan terhadap cikal bakal desa atau upacara penanaman kepala kerbau pada acara tertentu.Penanaman kepala kerbau dianggap sebagai bagian dari keinginan masyarakat untuk mendapatkan kemanan,kemakmuran,kebahagiaan,dan kesejahteraan dari Tuhan.
C. Budaya Kehidupan Manusia Pra-Aksara sampai pada masa kini
Berikut adalah kebudayaan-kebudayaan kehidupan manusia zaman pra-aksara yang masih ada sampai sekarang.
Gotong Royong
Gotong royong bermaknakan bekerja sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Budaya gotong royong adalah ciri khas Indonesia dan sekaligus budaya yang membuat Indonesia dipuji oleh bangsa lain. Budaya gotong royong sudah ada sejak zaman pra-aksara, cara hidup gotong royong diantara manusia pra-aksara terlihat pada saat bersawah, merambah hutan untuk perkebunan, membangun rumah sebagai tempat tinggal, membuat barang-barang dan sebagainya. Dengan bekerja sama, pekerjaan akan terasa lebih mudah. Sampai sekarangpun gotong royong masih ada, walau tidak disemua tempat. Gotong royong lebih banyak terjadi di pedesaan dibanding di perkotaan. Hal ini disebabkan oleh modernisasidan globalisasi yang melahirkan corak kehidupan yang menonjolkan individualisme. Jangan sampai hal tersebut membuat bangsa Indonesia kehilangan kepribadiannya.
Kepercayaan Animisme
Kepercayaan animisme meyakini bahwa setiap benda di bumi ini, seperti kawasan tertentu, gua, pohon, atau batu besar mempunyai roh/jiwa yang mesti dihormati agar roh tersebut tidak mengganggu manusia. Bukti adanya kepercayaan animisme pada zaman pra-aksara adalah dengan adanya lukisan-lukisan yang bemeilisaarr.blogspotrupa cap tangan di dinding-dinding gua dan adanya bangunan-bangunan yang berhubungan dengan pemujaan dan kepercayaan seperti dolmen, sarkofagus, waruga, punden berundak, kubur batu, arca-arca dan menhir. Walaupun Indonesia telah memiliki agama pokok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang menganut animisme. Sebagai contoh, diperkirakan bahwa di provinsi Kalimantan Barat masih terdapat 7,5 juta orang Dayak yang tergolong pemeluk animisme, begitu juga dengan sebagian dari Suku Bauzi yang mendiami tanah Papua di daerah Waropen Utara, sebagian Suku Buru, dan sebagian Suku Toraja.
Cobek dan Ulekan
Cobek dan ulekan merupakan salah satu hasil kebudayaan zaman pra-aksara. Cobek dan ulekan umumnya terbuat dari batu. Cobek dan ulekan adalah sepasang alat yang digunakan untuk menumbuk, menggiling, melumat, mengulek dan mencampur bahan-bahan tertentu misalnya bumbu dapur, rempah-rempah, meilisaarr.blogspot jamu, atau obat-obatan. Cobek dan ulekan masih digunakan sebagai alat dapur dalam proses masak memasak hingga kini, akan tetapi sudah mengalami perkembangan untuk mengoptimalkan fungsinya. Alat dari batu lainnya yang masih ada sampai sekarang adalah lesung batu dan asahan pisau batu.
Gerabah
Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk menjadi suatu objek dan kemudian dibakar. Gerabah berguna sebagai alat-alat untuk membantu kehidupan manusia. Gerabah telah ada sejak zaman pra-aksara. Disitus-situs bersejarah telah ditemukan banyak gerabah kuno yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga. Gerabah mempertahankan eksistensinya hingga sekarang. Dahulu gerabah yang dibuat oleh manusia tidak memiliki corak khusus, kalaupun ada hanya bercorak sederhana, akan tetapi sekarang gerabah memiliki bentuk dan corak yang beragam. Selain itu, sekarang ini gerabah tidak hanya digunakan sebagai perkakas rumah tangga, namun ada juga yang berfungsi hanya sekedar sebagai penghias ruangan.
Barter
Barter adalah cara manusia pra-aksara memenuhi kebutuhannya. Cara melakukan barter adalah dengan menukar barang tanpa perantara uang, jadi barang ditukar dengan barang lain. Dalam barter tidak ada aturan yang jelas tentang barang yang ditukarkan. Jika antara orang satu dengan yang lain setuju dengan barang yang akan ditukarkan, maka barter dianggap sah. Sistem barter sudah jarang diterapkan di zaman modern, namun bukan berarti sudah tidak ada orang yang melakukannya. Contoh barter yang masih ada sampai sekarang adalah saat tukang bubur dan tukang ketoprak lapar dan bosan dengan jualannya sendiri, mereka bisa bertukar makanan tanpa harus membeli. Mereka seolah punya aturan tidak tertulis kalau mereka tidak mau menerima uang dari teman sesama penjual makanan sehingga terjadilah barter. Contoh lainnya adalah pertukaran perangko antar pengoleksi perangko. meilisaarr.blogspot Ada juga barter antar negara, alasan barter antar negara bisa terjadi adalah karena kelebihan produksi, kelangkaan mata uang asing, atau untuk meningkatkan kerjasama antar dua negara. Misalnya Indonesia mengirimkan karet seharga lima ribu dolar ke Cina dan Cina mengirimkan mesin dengan nilai yang sama ke Indonesia. Dibeberapa daerah di pedalaman juga ada yang memang sengaja mempertahankan sistem barter.
Pemilihan Pemimpin
Manusia pra-aksara sudah mengenal pemilihan pemimpin. Mereka memilih seseorang yang biasanya jujur, kuat lahir maupun batinnya, berusia tua, dihormati, dipatuhi, dan disegani untuk menjadi teladan mereka. Sampai sekarangpun pemilihan pemimpin masih terus dilakukan. Dibuktikan dengan adanya struktur negara, presiden adalah pemimpin sebuah negara, dan ada pula orang-orang dibawah presiden yang menjadi pemimpin untuk bawahannya. Bahkan diruang lingkup kelas kita juga memilih pemimpin, pemimpin kelas disebut ketua meilisaarr.blogspot kelas. Pemilihan pemimpin dilakukan agar kita mempunyai orang yang mampu untuk mengatur dan mengarahkan kita, bertanggung jawab atas kita, dan untuk mencari orang paling bijaksana saat memecahkan masalah.
Berburu
Berburu adalah praktek mengejar, menangkap, atau membunuh hewan liar. Manusia pra-aksara berburu untuk memperoleh makanan. Budaya berburu masih ada sampai sekarang. Namun sekarang tujuan manusia berburu bukan hanya untuk dimakan, melainkan untuk rekreasi/hobi, perdagangan, atau memanfaatkan hasil produknya seperti kulit, susu, daging, dan lain-lain. Pemburuan yangmeilisaarr.blogspot tidak boleh dilakukan adalah pemburuan liar (ilegal) karena bertentangan dengan hukum.
Hidup Berpindah-pindah (Nomaden)
Manusia pra-aksara hidup berpindah-pindah dikarenakan mereka sangat bergantung pada alam. Saat persediaan makanan ditempat yang mereka tinggali habis, mereka akan meninggalkan tempat itu dan mencari tempat baru. Pada zaman modern ini ternyata budaya nomaden masih ada. Komunitas masyarakat yang memilih hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain di padang pasir atau daerah bermusim dingin disebut bangsa nomaden atau bangsa pengembara. meilisaarr.blogspot Masyarakat yang berpindah-pindah tempat tetapi bukan di padang pasir atau daerah bermusim dingin disebut sebagai kaum gipsi. Kebiasaan nomaden ini semakin lama semakin berkurang. Ada tiga macam kehidupan nomaden, yaitu sebagai pemburu-peramu, penggembala, dan pengelana. Berburu-meramu sama seperti zaman pra-aksara, yaitu metode bertahan hidup. Sedangkan penggembala memelihara ternak dan berpindah ketempat lain bersama piaraannya agar tidak membuat suatu ladang penggembalaan habis. Kaum pengelana umumnya banyak terdapat dinegara-negara yang telah mengalami industrialisasi dan para pelakunya berpindah-pindah tempat untuk menawarkan barang dagangan dimana saja mereka singgah. Kebiasaan nomaden terdapat diwilayah Jazirah Arab, Afrika, dan suku-suku pedalaman di Indonesia.
Gotong Royong
Gotong royong bermaknakan bekerja sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Budaya gotong royong adalah ciri khas Indonesia dan sekaligus budaya yang membuat Indonesia dipuji oleh bangsa lain. Budaya gotong royong sudah ada sejak zaman pra-aksara, cara hidup gotong royong diantara manusia pra-aksara terlihat pada saat bersawah, merambah hutan untuk perkebunan, membangun rumah sebagai tempat tinggal, membuat barang-barang dan sebagainya. Dengan bekerja sama, pekerjaan akan terasa lebih mudah. Sampai sekarangpun gotong royong masih ada, walau tidak disemua tempat. Gotong royong lebih banyak terjadi di pedesaan dibanding di perkotaan. Hal ini disebabkan oleh modernisasidan globalisasi yang melahirkan corak kehidupan yang menonjolkan individualisme. Jangan sampai hal tersebut membuat bangsa Indonesia kehilangan kepribadiannya.
Kepercayaan Animisme
Kepercayaan animisme meyakini bahwa setiap benda di bumi ini, seperti kawasan tertentu, gua, pohon, atau batu besar mempunyai roh/jiwa yang mesti dihormati agar roh tersebut tidak mengganggu manusia. Bukti adanya kepercayaan animisme pada zaman pra-aksara adalah dengan adanya lukisan-lukisan yang bemeilisaarr.blogspotrupa cap tangan di dinding-dinding gua dan adanya bangunan-bangunan yang berhubungan dengan pemujaan dan kepercayaan seperti dolmen, sarkofagus, waruga, punden berundak, kubur batu, arca-arca dan menhir. Walaupun Indonesia telah memiliki agama pokok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang menganut animisme. Sebagai contoh, diperkirakan bahwa di provinsi Kalimantan Barat masih terdapat 7,5 juta orang Dayak yang tergolong pemeluk animisme, begitu juga dengan sebagian dari Suku Bauzi yang mendiami tanah Papua di daerah Waropen Utara, sebagian Suku Buru, dan sebagian Suku Toraja.
Cobek dan Ulekan
Cobek dan ulekan merupakan salah satu hasil kebudayaan zaman pra-aksara. Cobek dan ulekan umumnya terbuat dari batu. Cobek dan ulekan adalah sepasang alat yang digunakan untuk menumbuk, menggiling, melumat, mengulek dan mencampur bahan-bahan tertentu misalnya bumbu dapur, rempah-rempah, meilisaarr.blogspot jamu, atau obat-obatan. Cobek dan ulekan masih digunakan sebagai alat dapur dalam proses masak memasak hingga kini, akan tetapi sudah mengalami perkembangan untuk mengoptimalkan fungsinya. Alat dari batu lainnya yang masih ada sampai sekarang adalah lesung batu dan asahan pisau batu.
Gerabah
Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk menjadi suatu objek dan kemudian dibakar. Gerabah berguna sebagai alat-alat untuk membantu kehidupan manusia. Gerabah telah ada sejak zaman pra-aksara. Disitus-situs bersejarah telah ditemukan banyak gerabah kuno yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga. Gerabah mempertahankan eksistensinya hingga sekarang. Dahulu gerabah yang dibuat oleh manusia tidak memiliki corak khusus, kalaupun ada hanya bercorak sederhana, akan tetapi sekarang gerabah memiliki bentuk dan corak yang beragam. Selain itu, sekarang ini gerabah tidak hanya digunakan sebagai perkakas rumah tangga, namun ada juga yang berfungsi hanya sekedar sebagai penghias ruangan.
Barter
Barter adalah cara manusia pra-aksara memenuhi kebutuhannya. Cara melakukan barter adalah dengan menukar barang tanpa perantara uang, jadi barang ditukar dengan barang lain. Dalam barter tidak ada aturan yang jelas tentang barang yang ditukarkan. Jika antara orang satu dengan yang lain setuju dengan barang yang akan ditukarkan, maka barter dianggap sah. Sistem barter sudah jarang diterapkan di zaman modern, namun bukan berarti sudah tidak ada orang yang melakukannya. Contoh barter yang masih ada sampai sekarang adalah saat tukang bubur dan tukang ketoprak lapar dan bosan dengan jualannya sendiri, mereka bisa bertukar makanan tanpa harus membeli. Mereka seolah punya aturan tidak tertulis kalau mereka tidak mau menerima uang dari teman sesama penjual makanan sehingga terjadilah barter. Contoh lainnya adalah pertukaran perangko antar pengoleksi perangko. meilisaarr.blogspot Ada juga barter antar negara, alasan barter antar negara bisa terjadi adalah karena kelebihan produksi, kelangkaan mata uang asing, atau untuk meningkatkan kerjasama antar dua negara. Misalnya Indonesia mengirimkan karet seharga lima ribu dolar ke Cina dan Cina mengirimkan mesin dengan nilai yang sama ke Indonesia. Dibeberapa daerah di pedalaman juga ada yang memang sengaja mempertahankan sistem barter.
Pemilihan Pemimpin
Manusia pra-aksara sudah mengenal pemilihan pemimpin. Mereka memilih seseorang yang biasanya jujur, kuat lahir maupun batinnya, berusia tua, dihormati, dipatuhi, dan disegani untuk menjadi teladan mereka. Sampai sekarangpun pemilihan pemimpin masih terus dilakukan. Dibuktikan dengan adanya struktur negara, presiden adalah pemimpin sebuah negara, dan ada pula orang-orang dibawah presiden yang menjadi pemimpin untuk bawahannya. Bahkan diruang lingkup kelas kita juga memilih pemimpin, pemimpin kelas disebut ketua meilisaarr.blogspot kelas. Pemilihan pemimpin dilakukan agar kita mempunyai orang yang mampu untuk mengatur dan mengarahkan kita, bertanggung jawab atas kita, dan untuk mencari orang paling bijaksana saat memecahkan masalah.
Berburu
Berburu adalah praktek mengejar, menangkap, atau membunuh hewan liar. Manusia pra-aksara berburu untuk memperoleh makanan. Budaya berburu masih ada sampai sekarang. Namun sekarang tujuan manusia berburu bukan hanya untuk dimakan, melainkan untuk rekreasi/hobi, perdagangan, atau memanfaatkan hasil produknya seperti kulit, susu, daging, dan lain-lain. Pemburuan yangmeilisaarr.blogspot tidak boleh dilakukan adalah pemburuan liar (ilegal) karena bertentangan dengan hukum.
Hidup Berpindah-pindah (Nomaden)
Manusia pra-aksara hidup berpindah-pindah dikarenakan mereka sangat bergantung pada alam. Saat persediaan makanan ditempat yang mereka tinggali habis, mereka akan meninggalkan tempat itu dan mencari tempat baru. Pada zaman modern ini ternyata budaya nomaden masih ada. Komunitas masyarakat yang memilih hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain di padang pasir atau daerah bermusim dingin disebut bangsa nomaden atau bangsa pengembara. meilisaarr.blogspot Masyarakat yang berpindah-pindah tempat tetapi bukan di padang pasir atau daerah bermusim dingin disebut sebagai kaum gipsi. Kebiasaan nomaden ini semakin lama semakin berkurang. Ada tiga macam kehidupan nomaden, yaitu sebagai pemburu-peramu, penggembala, dan pengelana. Berburu-meramu sama seperti zaman pra-aksara, yaitu metode bertahan hidup. Sedangkan penggembala memelihara ternak dan berpindah ketempat lain bersama piaraannya agar tidak membuat suatu ladang penggembalaan habis. Kaum pengelana umumnya banyak terdapat dinegara-negara yang telah mengalami industrialisasi dan para pelakunya berpindah-pindah tempat untuk menawarkan barang dagangan dimana saja mereka singgah. Kebiasaan nomaden terdapat diwilayah Jazirah Arab, Afrika, dan suku-suku pedalaman di Indonesia.
BAB III
PENUTUP
a. Kesimpulan
Kemampuan berpikir manusia untuk mempertahankan kehidupannya mulai berkembang. Mereka tidak lagi berpindah-pindah tempat untuk mencari hewan-hewan buruan, tetapi sebaliknya mereka mulai menetap dan mengolah tanah disekitarnya untuk ditanami dengan berbagai jenis tanaman yang dapat mereka makan. Selain itu, mereka mulai menjinakan hewan-hewan yang dapat membantu kebutuhan hidupnya seperti kuda, kerbau, babi, sapi, anjing dan sebagiannya. Dari pola bercocok tanam ini manusia sudah dapat menguasai alam lingkunagn serta isinya.
Terlepas dari mana asal usul nenek moyang bangsa Indonesia dan kapan mereka mulai tinggal di wilayah Indonesia, kita harus percaya bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah ribuan tahun sebelum masehi telah hidup di wilayah Indonesia. Kehidupan mereka mengalami perkembangan yang teratur seperti bangsa - bangsa di belahan dunia lain.
Kehidupan sosial, masyarakat semi nomaden setingkat lebih baik dari pada masyarakat nomaden. Jumlah anggota kelompok semakin bertambah besar dan tidak hanya terbatas pada keluarga tertentu. Kenyataan ini menunjukkan bahwa rasa kebersamaan di antara mereka mulai dikembangkan. Rasa kebersamaan ini sangat penting dalam mengembangkan kehidupan yang harmonis, tenang, aman, tentram, dan damai. Nilai - nilai kehidupan, seperti gotong royong, saling membantu, saling mencintai sesama manusia, saling menghargai dan menghormati telah berkembang pada masyarakat pra aksara.
Setelah Disusunnya Makalah ini dapat disimpulkan :
1. Zaman pra aksara di Indonesia berdasarkan ciri kehidupan masyarakat, dibagi dalam empat babak, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana, masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, .masa bercocok tanam, dan masa perundagian.
2. Perubahan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ke masa bercocok tanam, memakan waktu yang sangat panjang,
b. Saran
Setelah mempelajari kehidupan masa pra aksara dan Setalah kami menyusun makalah ini kami member saran :
1. Kita Harus Bersyukur Karena kita tidak perlu bersusah keras lagi untuk mencari makanan kini kita tinggal membeli apa yang kita inginkan .
2. Kita mumpunyai rumah jika ingin tinggal.
3. Masa kita sekarang adalah masa yang modern tentunya perlu di syukuri dan dinikmati sesuai kebutuhan.
4. Jangan lupa bersyukur selalu kepada tuhan yang menciptakan langit dan bumi.
DAFTAR PUSTAKA
Supriatna, Ratna, Sejarah kelas X Sekolah Menengah Atas, jilid II oleh Grafindo Media Pratama. Jakarta
Drs.Prawoto,M.Pd, seri IPS Sejarah; 2007, oleh Yudhistira, Jakarta.
http://yakobusrw.blogspot.com/2013/09/kehidupan-manusia-pada-masa-pra-aksara.html
Comments
Post a Comment