makalah Zaman Batu



Makalah Sejarah
Zaman Batu



KATA PENGANTAR
         Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayahNya kepada kami dan tak lupa bershalawat pada Nabi Muhammad S.A.W sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis ini sesuai dengan yang kami harapkan.
         Makalah yang berjudul “ZAMAN batu“ ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas dalam pelajaran Sejarah Indonesia pada tahun ajaran 2017/2018. Kami berharap agar makalah  ini dapat memberikan manfaat bagi para pembacanya.
         Kami menyadari bahwa penulisan ataupun pembahasan karya tulis ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga akan menjadi suatu kehormatan besar bagi kami apabila mendapatkan kritikan dan saran yang membangun sehingga selanjutnya akan lebih baik dan sempurna.




Penyusun
















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................... 1
A.    Latar Belakang............................................................................................................... 1
B.     Tujuan penulisan............................................................................................................. 1
C.     Rumusan Masalah........................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................... 2
A.    Pengertian zaman batu.................................................................................................... 2
B.     Pembagian zaman batu................................................................................................... 2
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan..................................................................................................................... 7
B.     Saran .............................................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A.                LATAR BELAKANG
Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik). Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu (terutama flint) dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Istilah ini berasal sistem tiga zaman.Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh. Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang.

B.                 RUMUSAN MASALAH
1.                  apa yang dimaksud zaman Batu?
2.                  Bagaimana pembagian zaman  batu?

C.                TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas juga untuk mengetahui  dan menambah wawasan tentang zaman batu

BAB II
PEMBAHASAN
A.                Pengertian Zaman Batu
Menurut Wikipedia, Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah, ketika manusia menciptakan alat dari batu. Kenapa dari batu? Karena manusia kala itu masih belum punya teknologi yang lebih canggih. Sebenarnya, selain batu, bahan-bahan lain seperti kayu dan tulang juga digunakan, tapi batulah yang dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata.
B.                 Pembagian zaman Batu
Zaman Batu ini kembali dibagi lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum dan Neolitikum, yang juga dapat dipilah lebih jauh.
·                     Palaeolithikum (Zaman Batu Tua)
Zaman batu tua diperkirakan berlangsung pada masa Pleistosen, yaitu sekitar 600 ribu tahun silam. Ciri-ciri kehidupan zaman batu tua, antara lain hidup secara berpindah-pindah (nomaden), berburu dan mengumpulkan makanan atau Food gethering. Alat-alat pada zaman ini (karena zaman batu pasti umumnya dari batu ya) umumnya berupa batu yang belum dihaluskan. Masih kasar. Contohnya kapak genggam. Ada juga alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa, yang fungsinya mirip belati. Ada pula Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon, yang dapat digunakan untuk mengupas makanan. Pendukung kebudayaan ini adalah manusia purba. Berdasarkan daerah penemuannya, kebudayaan batu tua dibedakan menjadi kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.
1) Kebudayaan Pacitan
Kenapa disebut kebudayaan Pacitan? Disebut demikian sebab hasil budayanya terdapat di daerah Pacitan (Pegunungan Sewu, Pantai Selatan Jawa). Alat yang ditemukan berupa chopper (kapak penetak) atau disebut kapak genggam. Pendukung kebudayaannya adalah Pithecanthropus erectus dan budaya batu ini disebut stone culture.
2) Kebudayaan Ngandong
Disebut kebudayaan Ngandong sebab hasil kebudayaannya ditemukan di Ngandong, Ngawi, Jawa Timur. Di sini juga ditemukan kapak seperti di Pacitan dan juga kapak genggam, sedangkan di Sangiran ditemukan batu flakes dan batu chalcedon, seperti yang sudah disebutkan di atas.
Di Ngandong ditemukan juga alat dari tulang sehingga disebut bone culture. Pendukung kebudayaan Ngandong adalah Homo soloensis dan Homo wajakensis. Mereka banyak memanfaatkan alat-alat ini untuk mengumpulkan makanan, karena manusia pada masa ini masih berada pada tahap food gathering, namun yang sudah tingkat lanjut.
·                     Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
Zaman batu tengah atau mesolithikum ini berlangsung sekitar masa Holosen. Pada zaman batu tengah ini, alat-alat batu yang berasal dari zaman batu masih tetap digunakan dan sudah mendapatkan pengaruh dari wilayah asia daratan. Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum. Peninggalan terkenal dari zaman ini yaitu citemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut“kjokenmodinger”, yang artinya sampah dapur. Kjoken =dapur, moding = sampah).
Alat-alat yang ditemukan pada zaman ini antara lain: kapak genggam (pebble), kapak pendek (hachecourte), dan pipisan (batu-batu penggiling). Kapak-kapak ini terbuat dari batu kali yang dibelah, dan banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Flores.
Terdapat alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut “Abris Sous Roche”, seperti Flakes (alat serpih), yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan, ujung mata panah. Batu penggilingan (pipisan), kapak, alat-alat dari tulang dan tanduk rusa. Alat-alat ini ditemukan di gua Lawa Sampung Jawa Timur.
Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum, yaitu: Peble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam) yang didapatkan di Kjokken Modinger; Bone-Culture (alat kebudayaan dari tulang); Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) yang didapatkan di Abris sous Roche. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua–Melanosoid.
·         Neolithikum (Zaman Batu Muda)
Pada zaman tersebut telah terjadi revolusi kehidupan, yaitu adanya perubahan dari kehidupan nomaden dengan food gathering yang telah menjadi menetap dengan food producing. Berdasarkan hasil penelitian, manusia purba yang berada di zaman ini sudah berkomunikasi dengan memakai bahasa Melayu Polinesia. Zaman ini dimulai sekitar 1500 tahun SM. Disebut kebudayaan Batu Muda (Neolitikum) sebab semua alatnya sudah dihaluskan. Mereka sudah meninggalkan hidup berburu dan mulai menetap serta mulai menghasilkan makanan (food producing). Mereka menciptakan alat-alat kehidupan mulai dari alat kerajinan menenun, periuk, membuat rumah, dan mengatur masyarakat.
Contoh alat-alat pada zaman ini adalah Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu, yang ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan. Ada juga kapak bahu yang hanya di temukan di Minahasa;  Ada pula Kapak Lonjong yang banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak. Perhiasan (gelang dan kalung dari batu) banyak ditemukan di jawa. Pakaian (dari kulit kayu), Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo (Sumba), Manusia pendukung kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina)
·                     Megalitikum (Kebudayaan Batu Besar)
Disebut kebudayaan Megalitikum sebab semua alat yang dihasilkan berupa batu besar. Zaman batu besar ini sudah berlangsung  dari zaman Neolithikum sampai zaman perunggu. Kebudayaan Megalithikum ialah suatu kebudayaan yang sudah menghasilkan bangunan atau monumen yang dibuat dari batu-batu yang memiliki ukuran besar. Adapun tujuan dari pembangunan bangunan tersebut ialah sebagai sarana untuk melakukan pemujaan kepada roh nenek moyang.
Ada beberapa alat dan bangunan yang dihasilkan pada zaman kebudayaan megalitikum:
1) Menhir
Menhir adalah tiang tugu batu besar yang berfungsi sebagai tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Daerah penemuannya di Sumatra Selatan dan Kalimantan.
2) Dolmen
Dolmen adalah meja batu besar yang biasanya terletak di bawah menhir tempat meletakkan sesaji. Daerah temuannya di Sumba, Sumatra Selatan, dan Bondowoso (JawaTimur).
3) Keranda (sarkofagus)
Keranda adalah petimati yang dibuat dari batu. Bentuknya seperti lesung. Keranda banyak ditemukan di daerah Bali.
4) Peti kubur batu
Peti kubur batu merupakan kuburan dalam tanah yang sisi-sisi, alas, dan tutupnya diberipapan dari lempeng batu. Peti kubur batu ini banyak ditemukan di Kuningan, Jawa Barat.
5) Punden berundak
Punden berundak merupakan bangunan dari batu yang disusun bertingkat-tingkat (berundak-undak). Fungsinya adalah sebagai bangunan pemujaan roh nenek moyang yang kemudian menjadi bentuk awal bangunan candi. Bangunan punden berundak adalah bangunan asli Indonesia.
6) Waruga
Waruga adalah kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat. Waruga biasanya dibuat dari batu utuh. Daerah temuannya adalah di Sulawesi Tengah dan Utara.
7) Arca
Arca-arca megalit merupakan bangunan batu besar berbentuk binatang atau manusia yang banyak ditemukan di dataran tinggi Pasemah, Sumatra Selatan yang menggambarkan sifat dinamis. Contohnya Batu Gajah, sebuah patung batu besar dengan gambaran seorang yang sedang menunggang binatang dan sedang berburu.
·                     Ada kebiasaan-kebiasaan yang muncul pada zaman ini:
1) Pemujaan matahari
Di Indonesia, matahari dipuja sebagai matahari, bukan sebagai dewa matahari seperti di  Jepang.
2) Pemujaan dewi kesuburan
Dapat dilihat di candi-candi seperti Sukuh dan Certo sebagai lambing kesuburan.  Di Jawa, pada umumnya Dewi Sri dipuja sebagai dewi kesuburan dan pelindung padi.
3) Adanya keyakinan alat penolak bala (tumbal)
Biasanya dengan menanam kepala kerbau di tengah bangunan atau tempat tertentu.
4) Upacara ruwatan
Upacara ruwatan adalah upacara untuk mengembalikan orang atau masyarakat kepada kedudukan yang suci seperti semula.



BAB III
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Kurun waktu berlangsungnya sangat lama yaitu sejak manusia belum mengenal tulisan sampai mengenal tulisan. hal ini untuk mesing – masing bangsa tidak sama untuk bangsa indonesia jaman pra aksara berakhir sekitar tahun 400 masehi atau abad ke 5.
Pembabakan / periodisasi masa pra aksara meliputi :

a.    Zaman Arkeozoikum ( ± 2500 juta tahun yang lalu )
b.    Zaman Paleozoikum ( ± 340 juta tahun )
c.    Zaman Mesozoikum ( 251 – 65 juta tahun )
d.   Zaman Neozoikum ( 60 juta tahun )

B.     Saran
Makalah ini jauh dari kesempurnaan oleh karena itu saran serta kritik sangat kami harapkan
DAFTAR PUSTAKA
http//informasiana.com/zaman-batu-zaman-praaksara-berdasarkan-bukti-arkeologi/

Comments