DAMPAK GANGGUAN JIWA TERHADAP PSIKOLOGI




KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
            Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat serta inayah-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan penulisan makalah “Dampak Gangguan Jiwa terhadap psikologi” ini dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini. Sarana penunjang makalah ini kami susun berdasarkan referensi yang bermacam-macam. Hal ini dengan tujuan untuk membantu para siswa untuk mengetahui, memahami, bahkan menerapkannya.
            Namun demikian, dalam penulisan makalah ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak sangat di harapkan.
            Akhirul kalam, semoga yang tersaji ini dapat memberikan bantuan kepada para siswa dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar. Aamiin.
            Wassalamualikum Wr. Wb.



Penyusun,


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang........................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah....................................................................................... 1
C.     Tujuan Penulisan......................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian gangguan kejiwaan................................................................... 2
B.     Sebab-sebab kejiwaan................................................................................. 2
C.     Dampak gangguan jiwa terhadap keluarga................................................. 3
D.    Dampak dan solusi..................................................................................... 5
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................. 6
B.     Saran........................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
      Manusia terdiri dari fisik dan psikis yang saling mendukung dalam terciptanya pribadi yang sempurna. Keadaan fisik dari luar dapat dikatakan sebagai gambaran psikis suatu individu. Secara langsung psikis manusia akan mempengarihi fisiknya, begitupun sebaliknya psikis juga akan berpengaruh pada keadaan fisik manusia. Kondisi yang sehat dan bugar secara jasmani merupakan hasil dari psikis yang ada dalam kondisi sehat dan tidak sedang mempunyai masalah. Dua hal ini menjadi satu kesatuan yang sangat berperan dalam pembangunan kepribadian manusia. Jika salah satu dari hal tersebut mangalami gangguan maka akan berdampak pada bagian lainnya. Fisik apat dilihat dari luar, seperti keadaan kekebalan tubuh yang menurun atau meningkat, sedangkan psikis terlihat eksplisit gejalanya. Hanya pada kondisi tertentu keadaan ini bisa terlihat, bahkan bisa jadi hanya diri sendiri yang mengetahuinya. Dalam keadaan yang primalah akan mampu menyeimbangkan kondisi tubuh dalam diri manusia.
      Gangguan kejiwaan mempunyai kajian yang lebih luas  daripada mental. Gangguan ini meliputi jiwa an hasilnya terlihat dari fisik, sedangkan mental hanya ekspresi individu yang mengalami gangguan.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan gangguan kejiwaan?
2.      Apasajakah sebab-sebab gangguan kejiwaan?
3.      Bagaimana dampak gangguan Jiwa terhadap keluarga?
4.      Bagaimana dampak dan solusi?
C. Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan makalah ini guna mendapatkan tambahan wawasan agar kita mengetahui tentang dampak gangguan jiwa terhadap psikologi .



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Gangguan Kejiwaan
Gangguan kejiwaan merupakan kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik maupun dengan mental, keabnormalan tersebut tidak disebabkan oleh sakit atau rusaknya bagian-bagian anggota badan, meskipun kadang-kadang gejalanya terlihat pada fisik.
Keabnormalan ini terbagi menjadi dua yaitu ganggua jiwa dan sakit jiwa. Ada  perbedaan antara ganggua jiwa dan sakit jiwa yaitu orang yang menderita gangguan jiwa masih mengetahui dan memasukkan kesukarannya, kepribadian tidak jauh dari realitas dan masih hidup dalam alam kenyataan pada umumnya, sebaliknya jika sakit jiwa tidak dan kejiwaanya jauh dari segala segi dan terganggu serta hiu dari alam kenyataan.
Keadaan ini merupakan akibat ari adanya gangguan terhadap fungsi psikis yang seharusnya menghasilkan kepribadian yang baik tetapi tidak dapat menjalankan fungsinya, sehingga berdampak pada mental dan fisik. Gangguan ini memiliki wilayah yang lebih luas daripada mental, karena akibat dari adanya gangguan mental yang kadang terlihat kerusakan anggota badan, tetapi sebagian dalam realitas kondisi fisiknya tidak terganggu.  Kondisi fisik yang sehat tidak dapat menjamin sehatnya kejiwaan inividu, tetapi psikis akan berdampak pada kondisi fisik. Tetapi kedua hal ini sangat berhubungan dan membentuk satu kesatuan sisitem.  Atau merupakan sindrom atau pola perilaku, atau psikologik seseorang yang secara klinik cukup bermakna, dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan atau gangguan didalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia.
B.     Sebab-sebab kejiwaan/ psikologik
·           Perkembangan seksual: Pendekatan yang sehat, kesediaan untuk memberi jawaban secara jelas, terus terang, wajar dan objektif terhadap masalah seksual pada anak akan mengembangkan sikap yang positif. Reaksi orang tua yang menyebabkan anak menganggap sek adalah tabu, menjijikan, memalukan dan sebagainya akan merupakan awal kesulitan seksual dikemudian hari.
·           Kekecewaan dan pengalaman yang menyakitkan: Kematian, kecelakaan, sakit berat, penceraian, perpindahan yang mendadak, kekecewaan yang berlarut-larut dan sebagainya akan mempengaruhi perkembangan kepribadian, tapi juga tergantung pada keadaan sekitarnya (orang, lingkungan atau suasana saat itu) apakah mendukung atau mendorong dan juga tergantung pada pengalamannya dalam menghadapi masalah tersebut.
C.    Dampak Gangguan Jiwa terhadap keluarga
·                Penolakan
Sering terjadi dan timbul ketika ada keluarga yang menderita gangguan jiwa, pihak anggota keluarga lain menolak penderita tersebut dan menyakini memiliki penyakit berkelanjutan. Selama episode akut anggota keluarga akan khawatir dengan apa yang terjadi pada mereka cintai. Pada proses awal, keluarga akan melindungi orang yang sakit dari orang lain dan menyalahkan dan merendahkan orang yang sakit untuk perilaku tidak dapat diterima dan kurangnya prestasi. Sikap ini mengarah pada ketegangan dalam keluarga, dan isolasi dan kehilangan hubungan yang bermakna dengan keluarga yang tidak mendukung orang yang sakit.
Tanpa informasi untuk membantu keluarga belajar untuk mengatasi penyakit mental, keluarga dapat menjadi sangat pesimis tentang masa depan. Sangat penting bahwa keluarga menemukan sumber informasi yang membantu mereka untuk memahami bagaimana penyakit itu mempengaruhi orang tersebut. Mereka perlu tahu bahwa dengan pengobatan, psikoterapi atau kombinasi keduanya, mayoritas orang kembali ke gaya kehidupan normal.
·         Stigma
Informasi dan pengetahuan tentang gangguan jiwa tidak semua dalam anggota keluarga mengetahuinya. Keluarga menganggap penderita tidak dapat berkomunikasi layaknya orang normal lainnya. Menyebabkan beberapa keluarga merasa tidak nyaman untuk mengundang penderita dalam kegiatan tertentu. Hasil stigma dalam begitu banyak di kehidupan sehari-hari, Tidak mengherankan, semua ini dapat mengakibatkan penarikan dari aktif berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari.
·         Frustrasi, Tidak berdaya dan Kecemasan
Sulit bagi siapa saja untuk menangani dengan pemikiran aneh dan tingkah laku aneh dan tak terduga. Hal ini membingungkan, menakutkan dan melelahkan. Bahkan ketika orang itu stabil pada obat, apatis dan kurangnya motivasi bisa membuat frustasi. Anggota keluarga memahami kesulitan yang penderita miliki. Keluarga dapat menjadi marah marah, cemas, dan frustasi karena berjuang untuk mendapatkan kembali ke rutinitas yang sebelumnya penderita lakukan.
·         Kelelahan dan Burnout
Seringkali keluarga menjadi putus asa berhadapan dengan orang yang dicintai yang memiliki penyakit mental. Mereka mungkin mulai merasa tidak mampu mengatasi dengan hidup dengan orang yang sakit yang harus terus-menerus dirawat. Namun seringkali, mereka merasa terjebak dan lelah oleh tekanan dari perjuangan sehari-hari, terutama jika hanya ada satu anggota keluarga mungkin merasa benar-benar di luar kendali. Hal ini bisa terjadi karena orang yang sakit ini tidak memiliki batas yang ditetapkan di tingkah lakunya. Keluarga dalam hal ini perlu dijelaskan kembali bahwa dalam merawat penderita tidak boleh merasa letih, karena dukungan keluarga tidak boleh berhenti untuk selalu men-support penderita.
·         Duka
Kesedihan bagi keluarga di mana orang yang dicintai memiliki penyakit mental. Penyakit ini mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi dan berpartisipasi dalam kegiatan normal dari kehidupan sehari-hari, dan penurunan yang dapat terus-menerus. Keluarga dapat menerima kenyataan penyakit yang dapat diobati, tetapi tidak dapat disembuhkan. Keluarga berduka ketika orang yang dicintai sulit untuk disembuhkan dan melihat penderita memiliki potensi berkurang secara substansial bukan sebagai yang memiliki potensi berubah.
·         Kebutuhan Pribadi dan Mengembangkan Sumber Daya Pribadi
Jika anggota keluarga memburuk akibat stres dan terlalu banyak pekerjaan, dapat menghasilkan anggota keluarga yang sakit tidak memiliki sistem pendukung yang sedang berlangsung. Oleh karena itu, keluarga harus diingatkan bahwa mereka harus menjaga diri secara fisik, mental dan spiritual yang sehat. Memang ini bisa sangat sulit ketika menghadapi anggota keluarga yang sakit mereka. Namun, dapat menjadi bantuan yang luar biasa bagi keluarga untuk menyadari bahwa kebutuhan mereka tidak boleh diabaikan.
D.    Dampak dan Solusi
Kondisi psikis yang mengalami gangguan mental dan kejiwaan tentu memberkan ampak pada kondisi sosial maupun untuk pribadi masing-masing. Dampak untuk internal (pribadi) yaitu terganggu fungsi anggota fisik tubuh, hilangnya kesadaran diri, tidak dapat bersosialisasi secara normal, dan bahkan akan terjadi disintegrasi. Sedangkan pada dampak sosial yaitu akan hilangnya fungsi, kenduduk, dan  peranan individu dalam sosial, tanggapan yang berubah dari orang lain terhadap keluarga penderita dan hilangnya penghargaan diri terhadap penderita.
Gangguan mental dan kejiwaan adalah faktor sosial dan kultural yang bisa hindari dan diobati, yaitu;  selalu memelihara kebersihan jiwa dengan bertingkah laku sesila, tiak banyak konflik-konflik batin yang serius, tidak banyak konflik dengan lingkungannya, menegakkan disiplin diri yang ketat, berusaha berfikir dan berbuat wajar tanpa pengguanaan mekanisme pelarian iri an mekanisme pertahanan diri yang negatif, berani menghadapi kesulitan dengan nyata dan mau memecahkan kesulitan-kesulitan dengan perbuatan konkrit serta tidak ada penghindaran diri dari kesulitan yang tengah dihadapi.


BAB III
PENUTUP

A.        Kesimpulan
Gangguan kejiwaan merupakan terganggunya bagian psikis manusia yang dapat berdampak pada fisik. Gangguan ini mungkin terlihat berbeda tetapi mempunyai kajian yang berbeda. Gangguan mental merupakan ketidakormalan dalam mengelola rasa dan menggambarkan ekspresi diri yang diakibatkan oleh faktor penyebabnya. Sedangkan gangguan kejiwaan adalah patologis pada mental dan fisik, walaupun terkadang fisik tidak mendapat gangguan. Kedua hal ini mempengaruhi dalam peranan dan kedudukan inividu sebagai makhluk yang berguna bagi sosial. Individu yang mengalami gangguan akan berdampak pada hubungannya dengan masyarakat, sehingga terkena deviasi personal. Dan jika menganggap prilaku salahnya itu benar akan menjadi patologi. Hal ini sangat berpengaruh pada sosialisasi dan penghargaan pada diri maupun orang lain. Individu akan tidak dapat menjalankan fungsinya sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Hilangnya kesadaran ternyata berdampak besar pada kehidupan sosialnya.

B.         Saran
Dengan adanya makalah Ini maka diharapkan untuk dapat mengaplikasikan pada kehidupan dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan hidup.









DAFTAR PUSTAKA

Wiryo Setiana.2011. Patologi Sosial. Bandung: Mimbar Pustaka
Kartin Kartono. 1992. Patologi Sosial, Jakarta:  Rajawali Pers
wikipedia.com
http://aas25sadiah.blogspot.com/2012/12/ganguan-jiwa-dan-mental.html
https://www.psychologymania.com/2012/09/dampak-gangguan-jiwa-bagi-keluarga.html

Comments