MAKALAH SOSIOLOGI
(DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL)
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada penulis sehingga berhasil menyelesaikan tugas makalah sosiologi yang berjudul “KELOMPOK SOSIAL” tepat pada waktunya.
Penulis berterima kasih kepada guru mata pelajaran Sosiologi Ibu Jusnawati,S.Pd yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini , kami juga berterima kasih kepada orang tua dan teman-teman yang telah memberikan suport serta bantuan sehingga terselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Seperti halnya pepatah “ tak ada gading yang tak retak”, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah yang selanjutnya. Apabila ada kekuranga ataupun kesalahan dalam penulisan ataupun dalam ejaan penulis mohon maaf. Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Lamuru, 25 Januari 2018
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A. Latar Belakang.................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................. 1
C. Tujuan Penelitian.............................................................................................. 1
D. Manfaat Penelitian........................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 2
A. Perkembangan Kelompok Sosial Sebagai Wujud Dinamika Sosial .................. 2
B. Pengertian Dinamika Kelompok Sosial............................................................. 4
C. Aspek Dinamika Kelompok Sosial.................................................................... 5
BAB III PENUTUP.............................................................................................. 7
A. Kesimpulan....................................................................................................... 7
B. Saran 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita mungkin tidak menyadari bahwa sejak lahir hingga sekarang kita senantiasa menjadi anggota bermacam-macam kelompok. Kita dilahirkan dan dibesarkan dalam sebuah kelompok yang dinamakan keluarga, selain keluarga kita juga termasuk anggota kelompok agama tertentu, anggota kelompok suku bangsa tertentu, anggota kelompok olahraga tertentu, anggota kelompok organisasi seperti OSIS, anggota kelompok pramuka, anggota kelompok partai politik, dan sebagainya.
Terlihat bahwa kelompok sosial merupakan suatu gejala yang sangat penting dalam kehidupan kita karena sebagian besar kegiatan kita berlangsung didalamnya. Pada umumnya kita dilahirkan ke dunia ini seorang diri akan tetapi tidak berarti bahwa manusia secara alami merupakan mahluk individu semata. Pada dasarnya manusia adalah mahluk yang memiliki naluri untuk hidup bersama dengan manusia-manusia lain. Ia juga memiliki hasrat untuk menjadi satu dengan lingkungan alamnya.Kelompok sosial itu terbentuk karena adanya kesamaan kepentingan, sejumlah tujuan, serta untuk memenuhi peran sosial yang kita terima sebagai anggota masyarakat. Kelompok memainkan peran yang sangat penting dalam struktur sosial.
B. Rumusan Masalah
Dilihat dari latar belakang diatas kami mendaatkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana perkembangan kelompok sosial sebagai wujud dinamika sosial?
2. Apa pengertian dinamika kelompok sosial?
3. Bagaimana aspek dinamika kelompok sosial?
C. Tujuan Penulisan
Dilihat dari latar belakang diatas kami mendaatkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahu perkembangan kelompok sosial sebagai wujud dinamika sosial
2. Untuk memahami pengertian dinamika kelompok sosial
3. Untuk mengetahui aspek dinamika kelompok sosial
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan kelompok sosial sebagai wujud dinamika sosial
Dinamika kelompok sosial tidak lepas dari perkembangan kelompok sosial dari kelompok yang sederhana menjadi kelompok yang kompleks. Perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat dimulai dari kelompok sosial yang paling homogeny dan sederhana yaitu kelompok kekerabatan, yang kemudian berkembang menjadi kelompok sosial yang kompleks yaitu masyarkat perkotaan:
a. Kelompok Kekerabatan
Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat. Keluarga inti (keluarga batih) terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya yang belum menikah. Keluarga inti memberikan sosialisasi dan perlindungan kepada anak-anak dan mendidik mereka sampai mandiri.
Dari keluarga inti berkembang menjadi keluarga besar (extended family) yang lazim disebut kelompok kekerabatan. Dalam kelompok kekerabatan terdapat hubungan darah atau hubungan persaudaraan. Kelompok kekerabatan ini merupakan cikal bakal terbentuknya masyarakat.
Dalam kelompok kekerabatan nilai-nilai tradisional masih dijunjung tinggi sehingga kehidupan kelompok terpusat pada tradisi kebudayaan yang telah dipelihara secara turun-menurun. Menurut Soerjono Soekanto, kemungkinan mengubah tradisi kebudayaan yang telah dipelihara secara turun temurun memang sulit, tetapi melalui proses inovasi yang dliakukan secara bertahap, perubahan-perubahan dalam kelompok kekerabtan dapat terjadi dalam waktu yang cukup lama.
b. Kelompok Okupasional
Pada dasarnya kelompok kekerabtan merupakan masyarakat homogeny yang menganut nilai-nilai, norma-norma, ataupun pola tingkah laku yang relative sama sehingga pembagian kerja dilakukan secara sederhana berlandaskan pada tradisi dan perbedaan jenis kelamin.
Dalam masyarakat tradisional belum terdapat spesisialisasi pekerjaan, tetapi tidak ada satu masyarakat pun yang benar-benar tertutup dari pengaruh luar. Ketika kelompok kekerabtan mendapat pengaruh dari luar, maka kelompok tersebut berkembang menjdai suatu masyarakat yang heterogen. Dalam masyarakat yang heterogen timbul spesifikasi pekerjaan atas dasar bakat dan kemampuan.
Pada perkembangan selanjutnya, spesifikasi semakin berkembang lebih khusus lagi, munculnya berbagai indsutri menuntut para pekerja bertanggung jawab pada satu unsure tertentu saja sehingga para pekerja semakin ahli dalam bidang tertentu dan kurang mampu mengerjakan pekerjaan lainnya.
Ketika masyarakat semakin maju, spesifikasi dikembangkan secara ilmiah melalui lembaga-lembaga pendidikan tertentu sehingga menghasilkan orang-orang yang ahli dalam ilmu-ilmu tertentu. Oleh sebab itu, muncullah kelompk-kelompok profesi (kelompok okupasional) yang terdiri dari kalangan professional yang memiliki etika profesi.
Misalnya: SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), dll
c. Kelompok Volunter
Berkembangnya komunikasi secara luas dan cepat menyebabkan tidak ada satu masyarakat pun yang benar-benar tertutup terhadap dunia luar. Akibatnya, heterogenitas masyarakat semakin luas. Dengan semakin berkembangnya suatu masyarakat, maka tidak semua kebutuhan para anggota masyarakat terpenuhi. Oleh karena itu, muncullah kelompok-kelompok volunteer.
Kelompok volunteer terdiri dari orang-orang yang mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama, tetapi tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat yang semakin luas daya jangkaunya. Kelompok volunteer tersebut memenuhi kebutuhan-kebutuhan para anggotanya secara mandiri tanpa mengganggu kepentingan masyarakat umum. Kelompok volunteer dapat berkembang menjadi kelompok yang mantap karena diakui oelh masyarakat umum. Kelompok volunteer di Indonesia, misalnya :
· KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) seperti LSI (Lingkar Survei Indonesia),
· Partai Politik; PDIP-perjuangan, Partai Demokrat, dll
· Ormas (Organisasi Kemasyarakatan); NU, Muhammadiyah, dll
· LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) seperti Green Peace, Kontras, Forkot,dll
d. Kelompok masyarakat pedesaan (Rural Community)
Masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang umumnya memiliki mata pencaharian bertani atau berkebun, system kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan, dan mempunyai hubungan yang erat serta mendalam di antara anggotanya.
Cara bertani masih dilakukan dengan cara yang tradisional dan tidak efisien karena belum dikenlanya mekanisasi dalam pertanian. Kegiatan bertani semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, bukan untuk dijual.
Dalam hal kepemimpinan, hubungan antara pemimpin dan rakyat berlangsung secara informal dan terkadang seorang pemimpin mempunyai beberapa kedudukan dan peranan yang sulit untuk dipisahkan sehingga segala sesuatu dipusatkan pada diri seorang kepala desa.
Perubahan pada masyarakat pedesaan sulit dilakukan karena pola piker masyarakatnya, terutama pola piker generasi tua yang masih didasarkan pada tradisi. Di samping itu, kurangnya proses pemerataan pembangunan dan informasi sering kali menimbulkan kondisi yang kontras antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat konsentrasi perkotaan.
e. Kelompok masyarakat perkotaan (Urban community)
Masyarakat kota merupakan kelompok sosial yang mendiami wilayah yang luas, sebagain besar penduduknya bermata pencaharian di sector indsutri, jasa dan perdagangan. Keanggotaan masyarakat kota tidak saling mengenal, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi.
Masyarakat perkotaan mempunyai tatanan nilai yang heterogen, terdiri dari berbagai suku, agama, adat istiadat, menjalankan fungsi pusat administrative dan pusat komersial dan bahkan pusat administrative dan pusat komersil. Dan bahkan pusat konsentrasi kegiatan yang menjadi indicator modernisasi. Hal tersebut menyebabkan kota menjadi daya tarik bagi warga desa untuk melakukan urbanisasi.
B. Pengertian Dinamika kelompok sosial
Dinamika sosial berarti bahwa manusia dan masyarakat selalu berkembang serta mengalami perubahan. Perubahan akan selalu ada dalam setiap kelompok sosial. Ada yang mengalami perubahan secara lambat, maupun mengalami perubahan secara cepat (Soerjono Soekanto, 2006: 146)
Dinamika kelompok sosial juga bisa diartikan, bahwa suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain. Dengan kata lain, antar anggota kelompok mempunyai hubungan psikologis yang berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama-sama. (Slamet Santosa, 2006: 5).
Pada umumnya kelompok sosial mengalami perubahan sebagai akibat dari proses formasi atau reformasi dari pola-pola di dalam kelompok tersebut, karena adanya konflik antar bagian dalam kelompok tersebut. Ada sekelompok anggota dalam kelompok tersebut yang ingin merebut kekuasaan dengan mengorbankan golongan lainnya. Adanya kepentingan yang tidak seimbang sehingga memunculkan ketidakadilan dan adanyaperbedaan mengenai cara-cara memenuhi tujuan kelompok tersebut. Semua itu akan mengakibatkan perpecahan di dalam kelompok tersebut, hingga menyebabkan sebuah perubahan. (Soerjono Soekanto, 2006: 147)
C. Aspek Dinamika Kelompok Sosial
Menurut Floyd D, dinamika kelompok atau group dynamics merupakan analisis hubungan kelompok-kelompok sosial di mana tingkah laku dalam kelompok adalah hasil interaksi yang dinamis antara individu dalam situasi sosial tertentu. Kehidupan kelompok akan ditandai dengan pembentukan struktur, norma, solidaritas, rasa memiliki dan internalisis.
Ruth Benedict, mengemukan pendapat bahwa aspek yang dipelajari dalam dinamika kelompok sosial adalah sebagai berikut.
a. Kohesi atau Persatuan
Aspek kohesi akan Nampak jelas dari tingkah laku para anggota kelompok, missal proses pengelompokan, intensitas anggota, arah pilihan, dan nilai-nilai dalam kelompok.
b. Motif atau Dorongan
Aspek motif berkaitan erat dengan perhatian anggota terhadap kehidupan kelompok, missal kesatuan kelompok, tujuan bersama, dan orientasi diri terhadap kelompok.
c. Struktur
Aspek ini nampak sekali pada bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota dan pembagian tugas.
d. Pimpinan
Aspek pimpinan memiliki peran penting dalam kehidupan kelompok sosial. Hal ini nampak dari bentuk kepemimpinan, tugas pimpinan, dan sistem kepemimpinan.
e. Perkembangan Kelompok
Aspek perkembangan kelompok dapat diamati dari perubahan dalam kelompok dan sebagainya.
Perkembangan masyarakan yang makin lama makin kompleks, mempengaruhi keberadaan kelompok sosial yang ada. Oleh karena memiliki peran penting, maka banyak pihak menyadari peran penting mempelajari dinamika kelompok sosial dengan alas an sbb :
1. Kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang selalu ada dalam setiap masyarakat.
2. Dinamika kelompok sosial berkaitan dengan perubahan sosial dan kebudayaan masyarakat, sehingga relevan dengan kebijakan pemerintah dalam proses pembangunan daerah.
BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Idianto Muin. 2006. Sosiologi SMA/MA Jidil 2 untuk kelas XI; Erlangga; Jakarta
Budiyono.2009. Sosiologi:2 Untuk SMA/MA Kelas XI; Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional; Jakarta.
Comments
Post a Comment