Faktor-faktor pendorong dinamika kelompok sosial dan Proses perkembangan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
MAKALAH SOSIOLOGI
(KELOMPOK SOSIAL DAN MASYARAKAT MUSLIKULTURAL)
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Dinamika Kelompok Sosial dan Masyarakat Multikultural tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak hambatan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Guru bidang studi Ibu Jusnawati,S.Pd yang telah membimbing kami dan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Tak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu Kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini
Lamuru, 25 Januari 2018
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah........................................................................... 1
C. Tujuan Penelitian............................................................................ 1
D. Manfaat Penelitian......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. 3
A. Faktor-faktor pendorong dinamika kelompok sosial....................... 3
B. Proses perkembangan berbagai kelompok sosial dalam
masyarakat multikultural.................................................................. 5
BAB III PENUTUP............................................................................................ 8
A. KESIMPULAN.............................................................................. 8
B. SARAN.......................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis buat dengan judul “Dinamika Kelompok sosial dan masyarakat multikultural”. Kelompok sosial adalah sekelompok manusia yang memiliki persamaan ciri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir serta terjadi se berulang – ulang dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya. Kelompok – kelompok sosial yang ada dalam masyarakat multikultural akan selalu mengalami perkembangan. Karena adanya proses interaksi dan internalisasi dalam kehidupan manusia atau biasa disebut dengan dinamika kelompok sosial. Pencetus pertama tentang masyarakat multikultural yaitu js. furnival. Yang mengemukakan bahwa masyarakat multicultural yaitu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas atau kelompok – kelompok yang se kultural dan ekonomi terpisah – pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda – beda satu sama lain.
Kelompok sosial pasti mengalami perubahan. Tidak bersifat statis atau stagnan. Perkembangan kelompok sosial beserta perubahannya dikenal dengan dinamika kelompok sosial. Pengertian dinamika kelompok sosial adalah proses perubahan dan perkembangan akibat adanya interaksi dan interdependensi, baik antaranggota kelompok maupun antara anggota suatu kelompok dengan kelompok lain
B. RUMUSAN MASALAH
Dari Latar Belakang di atas maka penulis mendapatkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana faktor-faktor pendorong dinamika kelompok sosial?
2. Bagaimana proses perkembangan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural?
C. TUJUAN PENULISAN
Dari rumusan masalah di atas maka penulis mendapatkan tujuan penulisan sebagai berikut :
1. Untuk memahami faktor-faktor pendorong dinamika kelompok sosial
2. Guna mengetahui proses perkembangan berbagai kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
3. MANFAAT PENULISAN
Manfaat dari terselesaikannya makalah ini penulis mendapatkan tambahan pengatahuan dan pengalaman yang akan berguna bagi kehidupan di masa mendatang
BAB II
PEMBAHASAN
A. FAKTOR-FAKTOR PENDORONG DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL
faktor pendorong dinamika sosial dapat dibagi menjaid dua kategori yaitu faktor dari dalam (intern) ataupun faktor dari luar (ekstern).
· Faktor Internal (dalam)
Faktor internal yang ada sebagai pendorong dinamika sosial yang bisa anda ketahui sebagai berikut:
1. Adanya Konflik Antar Anggota Kelompok
Salah satu faktor intern yang mendorong terjadinya dinamika sosial adalah adanya konflik yang terjadi antar anggota di dalam kelompok tersebut. Konflik yang terjadi di sebuah kelompok tentunya akan menyebabkan terjadinya keretakan serta berubahnya pola hubungan sosial di dalamnya. Semisal seseorang merasa masuk ke dalam sebuah kelompok, namun dikarenakan adanya konflik yang terjadi di dalamnya membuat seseorang tersebut out groupdari kelompok sosial tersebut.
2. Perbedaan Paham
Perbedaan paham yang terjadi macam-macam penyakit sosial di dalam sebuah kelompok tentu saja akan mempengaruhi kelompok sosial tersebut secara keseluruhan. Hal ini akan mempengaruhi pada keberadaan sebuah kelompok sosial.
3. Perbedaan Kepentingan
Anggota kelompok yang tidak memiliki kesepahaman tentunya akan berusaha untuk memisahkan diri serta bergabung dengan kelompok lainnya yang memiliki kesepahaman yang sama dengannya. Misalnya saja, munculnya kelompok-kelompok volunteer di lingkungan masyarakat.
4. Berubahnya Struktur Kelompok Sosial
Perubahan struktur di dalam kelompok sosial dikarenakan sebab-sebab yang bisa berasal dari luar, yaitu mengenai perubahan yang diakibatkan adanya perubahan situasi. Situasi faktor penyebab terjadinya perilaku menyimpang tersebut ini lah yang nantinya dapat mengubah struktur di dalam kelompok sosial. Misalnya saja ancaman dari luar sehingga menyebabkan terjadinya perubahan di dalam struktur kelompok sosial.
5. Pergantian Anggota Kelompok
Penggantian anggota di dalam sebuah kelompok sosial memang tidak akan selalu membawa perubahan ke dalam struktur kelompok sosial tersebut. Hanya saja ada beberapa kelompok sosial yang dapat mengalami keguncangan diakibatkan karena adanya perubahan anggota kelompok di dalamnya. Apalagi jika anggota-anggota kelompok yang berkaitan tersebut memiliki posisi yang penting dan tinggi.
· Faktor Eksternal (Luar)
Faktor eksternal (luar), yang terjadi dalam sebagai pendorong dinamika sosial yang bisa anda ketahui sebagai berikut:
1. Perubahan Situasi Sosial
Misalnya saja jika di dalam masyarakat yang masuk ke dalam golongan klasifikasi kelompok paguyuban atau gemeinschaft yang mana setelah terjadi proses industralisasi maka tentu saja pola hubungan serta nilai-nilai yang dianut faktor pendorong mobilitas sosial di dalam masyarakat desa dapat bergeser berubah menjadi penganut dari nilai serta pola hubungan dari kelompok patembayan atau gesellschaft. Salah satunya nilai gotong royong yang dapat berubah menjadi nilai-nilai individualis.
2. Perubahan Situasi Ekonomi
Misalnya saja di dalam masyarakat perkotaan dengan tingkat perkembangan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Hal ini nantinya akan menyebabkan hubungan sosial di dalam kelompok kekerabatan mengalami pergeseran yang mana berubah menjadi hubungan sosial yang berdasar pada kepentingan sehingga membuat kelompok kekerabatan tersebut akan termasuk dalam klasifikasi kelompok sekunder.
3. Perubahan Situasi Politik
Pergantian dalam elite kekuasaan yang terjadi dalam perubahan adanya kebijaksanaan ini biasa dilakukan dalam kekuasaan elite yang menimbulkan kelompok-kelompok sosial yang terjadi dimasyarakat.
B. PROSES PERKEMBANGAN BERBAGA KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Kelompok sosial adalah sekelompok manusia yang memiliki persamaan ciri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir serta terjadi se berulang – ulang dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya. Kelompok – kelompok sosial yang ada dalam masyarakat multikultural akan selalu mengalami perkembangan. Karena adanya proses interaksi dan internalisasi dalam kehidupan manusia atau biasa disebut dengan dinamika kelompok sosial. Pencetus pertama tentang masyarakat multikultural yaitu JS. FURNIVAL. Yang mengemukakan bahwa masyarakat multicultural yaitu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas atau kelompok – kelompok yang se kultural dan ekonomi terpisah – pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda – beda satu sama lain. Dalam masyarakat multikultural terdapat proses perkembangannya yaitu diantaranya sebagai berikut :
1. Keluarga
Keluarga adalah kelompok sosial terkecil yang ada dalam masyarakat. Keluarga di bagi menjadi 2 yaitu keluarga batih ( yang terdiri dari suami, istri dan anak – anak yang belum menikah) dan keluarga besar ( yang terdiri dari kakek, nenek, ayah, ibu dan anak – anaknya). Keluarga batih dianggap sebagai suatu sistem sosial karena memiliki norma – norma, kedudukan dan peran, sanksi, perasaan serta tujuan bersama. Sebagai unit pergaulan, keluarga mempunyai peranan – peranan tertentu yaitu sebagai berikut :
- Sebagai pelindung bagi para anggotanya
- Sebagai unit sosial ekonomi yang dapat memenuhi kebutuhan para anggotanya
- Menumbuhkan dasar – dasar bagi kaidah – kaidah pergaulan hidup
- Sebagai tempat pertama sosialisasi
2. Kelompok kekerabatan
Kelompok kekerabatan merupakan kelompok – kelompok sosial yang anggota – anggotanya mempunyai hubungan darah dan persaudaraan. Kelompok kekerabatan ini merupakan cikal bakal dari masyarakat. Dalam kelompok kekerabatan nilai – nilai tradisional masih di junjung tinggi sehingga kehidupan kelompok berpusat pada tradisi kebudayaan yang telah di pelihara se turun menurun. Kelompok kekerabatan yang semakin besar jumlahnya dan tersebar di beberapa tempat dan berkembang menjadi kelompok suatu etnis yang akan menampilkan identitasnya sendiri.
3. Kelompok okupasional
Kelompok kekerabatan pada dasarnya merupakan masyarakat yang homogen yang dalam pembagian kerja dilakukan se sederhana berlandaskan pada tradisi da perbedaan jenis kelamin. Ketika kelompok kekerabatan mendapat pengaruh dari luar, maka kelompok tersebut menjadi suatu masyarakat yang heterogen, dimana akan timbul spesialisasi pada pekerjaan atas dasar bakat dan kemampuan. Pada perkembangan selanjutnya, spesialisasi semakin berkembang lebih khusus, sehingga akan memunculkan berbagai industrialisasi. Dimana para pekerja harus bertanggung jawab pada satu jenis pekerjaan saja. Akibat munculnya orang yang sangat ahli dalam satu bidang pekerjaan, tetapi kurang mampu mengerjakan pekerjaan lain. Maka fungsi kelompok kekerabaran hilang di gantikan dengan kelompok okupasional. Sehingga kelompok okupasional adalah kelompok yang terdiri dari orang – orang yang melakukan pekerjaan sejenis.
4. Kelompok volunter
Semakin cepat berkembangnya komunikasi, heterogenitas masyarakat semakin luas. Dengan berkembangnya suatu masyarakat maka tidak semua kepentingan anggotanya dapat terpenuhi se baik. Sehingga muncullah kelompok – kelompok volunter. Kelompok volunter terdiri dari orang – orang yang mempunyai kepentingan sama, tetapi tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat yang luas. Kelompok volunter ini akan memenuhi kebutuhan anggotanya se mandiri tanpa menganggu kepentingan masyarakat umum. Contohnya Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP).
5. Masyarakat desa
Masyarakat desa merupakan masyarakat yang umumnya memiliki mata pencaharian bertani dan berkebun. Masyarakat desa akan cenderung hidup bersama, berinteraksi dan memiliki hubungan yang erat dalam waktu yang relatif sama serta memiliki sifat – sifat yang sama pula. Masyarakat desa akan selalu bersama, karena mempunyai ikatan yang erat dan mendalam, sistem kehidupan kelompoknya atas dasar kekeluargaan. Masyarakat desa kebanyakan bertani dan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja. Pada perkembangannya tidak semua masyarakat desa adalah masyarakat tradisional karena sudah ada desa yang telah berkembang melalui kemajuan yang ada.
6. Masyarakat kota
Masyarakat kota merupakan kelompok social yang mendiami wilayah yang luas dan lebih dinamis. Masyarakat kota akan cepat dalam mengalami perubahan dan perkembangan. Sebagian besar anggotanya bermatapencaharian di sektor industri, jasa dan perdagangan. Keanggotaan dalam masyarakat kota pun tidak saling mengenal, tidak terikat kontak dan mulai meninggalkan tradisi.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Faktor pendorong dari luar kelompok merupakan pengaruh luar yang menyebabkan berkembangnya suatu kelompok sosial, di antaranya sebagai berikut:
a. Perubahan situasi sosial
b. Perubahan situasi ekonomi
c. Perubahan situasi politik
Faktor ini merupakan kondisi dalam kelompok pengaruh dari dalam yang menyebabkan perkembangan suatu kelompok sosial, di antaranya sebagai berikut:
a. Adanya konflik antaranggota kelompok
b. Adanya perbedaan kepentingan
c. Adanya Perbedaan paham
Kelompok sosial adalah sekelompok manusia yang memiliki persamaan ciri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir serta terjadi se berulang – ulang dan memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya. Kelompok – kelompok sosial yang ada dalam masyarakat multikultural akan selalu mengalami perkembangan. Karena adanya proses interaksi dan internalisasi dalam kehidupan manusia atau biasa disebut dengan dinamika kelompok sosial.
B. SARAN
Faktor-faktor dinamika kelompok sosial terjadi apabila suatu kelompok hanya mementingkankelompoknya sendiri tanpa memikirkan kelompok atau masyrakat lain sehingga timbul dinamika kelompok sosial. Oleh sebab itu, dari keanekaragaman itulah yang seharusnya menyatukan segala perbedaan yanga ada, sehingga menjadikan masyarakat yang tentram dan saling menghormati antar perbedaan.
DAFTAR PUSTAKA
Idianto Muin. 2006. Sosiologi SMA/MA Jidil 2 untuk kelas XI; Erlangga; Jakarta
Budiyono.2009. Sosiologi:2 Untuk SMA/MA Kelas XI; Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional; Jakarta.
.
Comments
Post a Comment