MAKALAH
KARYA SENI RUPA, KERAJINAN KERAMIK CINA, APRESIASI SENI KRIYA, MANCANEGARA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun tugas dalam bentuk makalah yang berjudul “KARYA SENI RUPA KERAJINAN KERAMIK CINA, APRESIASI SENI KRIYA, MANCANEGARA”
Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada Ibu guru bidang studi yang telah memberikan tugas, petunjuk kepada kami sehingga kami bermotifasi dan menyelesaikan tugas ini, Teman - teman yang telah turut membantu, membimbing dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.
Akhirnya walaupun dalam penulisan makalah ini kami telah berusaha semaksimal mungkin , namun kami menyadari masih banyak kekurangan dalam berbagai hal. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan dimasa yang akan datang. Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan fikiran bagi pihak yang membutuhkan khususnya bagi kami sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
Lappariaja, 23 Oktober 2018
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Keramik Cina...................................................................................... 2
B. Gambar dan makna motif................................................................................ 4
C. Apresiasi karya seni kriya Mancanegara.......................................................... 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................................... 8
B. Saran................................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keramik adalah salah satu hasil kerajinan tertua yang ada di muka bumi. Hal ini dapat dilihat pada penemuan benda-benda purbakala yang tertanam di alam tanah. Salah satu jenis benda-benda yang ditemukan itu adalah benda-benda keramik berupa wadah-wadah, seperti: guci, peralatan makan minum, alat sesaji dan lainnya, disamping penemuan benda-benda yangterbuat dari batu dan logam. Ditemukan juga bentuk-bentuk figurin berupa manusia dan binatang.
Keramik adalah material organik, nonlogam yang mengandung unsur logam dan nonlogam yang Terutama berikatan ionik dan kovalent. komposisi kimia material keramik sangat bervariasi, dari senyawa sederhana hingga pada campuran dari banyak fasa kompleks yang berikatan. sifat Material keramik sangat bervariasi karena perbedaan dalam ikatan. Umumnya material keramik, keras dan rapuh dengan kekerasan dan daktilitas yang rendah. Keramik adalah isolator listrik dan panas yang baik karena tidak adanya elektron konduksi. Normalnya material keramik memiliki titik leleh yang tinggi dan kestabilan kimia terhadap lingkungan yang tinggi karena tingkat kestabilan ikatannya. Sifat ceramik material keramik sangat diperlukan untuk berbagai desain rekayasa (Smith, 1996).
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah keramik cina?
2. Apa gambar dan makna motif?
3. Bagaimana apresiasi karya seni kriya mancanegara?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui sejarah keramik cina
2. Untuk mengetahui gambar dan makna motif
3. Untuk mengetahui apresiasi karya seni kriya mancanegara
BAB II
PEMBAHASAN
A. SEJARAH KERAMIK CINA
Cina yang merupakan "ibukota” keramik di dunia, menghasilkan poci teh atau kopi dalam aneka bentuk dan motif. Salah satu tempat penghasil poci teh yang terkenal adalah Yixing di Provinsi Jiangsu, dekat kota pelabuhan terbesar, Shanghai, Cina. Pada masa lampau, masyarakat Yixing tidak pernah mengenal dunia luar, tetapi dalam penuangan model kaya akan ide atau gagasan.
Perkembangan keramik di Asia cukup cepat. Keramik di Asia kemungkinanada pada jaman batu baru. Bukti-bukti kebudayaan neolitik juga ditemukanpada keramik-keramik yang kemungkinan ada pada milenium ke-5 SM. Keramik pada periode neolitik merupakan keramik hitam-beralas bundar dan berdekorasi tekan/impress. Gambar Pada awal milenium 4 SM, keramik yang lebih maju, berdekorasi slip ditemukan pada kebudayaan Yang-Shao di Propinsi Kanzu. Ada beberapa macam produk kebudayaan Yang-Shao yang berujud jar, mangkok, ataupun botol. Dekorasi berupa motif tumbuhan atau ikan. Warna yang dimunculkan adalah hitam dan merah berasal dari slip mangan dan besi. Berkembangnya keramik di China terutama di dorong oleh kebutuhan alatalat upacara, antara lain upacara minum teh yang dianggap serius dan membutuhkan peralatan yang khusus. Bahan baku untuk pembuatan peralatan minum (keramik) yang ada di China sangat cocok dan memungkinkan perkembangann lebih baik. Negeri China merupakan satusatunya di dunia yang mengalami perkembangan berkesinambungan dalam dunia keramik. China mengalami setiap tahap perkembangan yang harus dilalui dalam teknik pembentukan keramik, mulai dari benda keramik bakaran rendah, bakaran menengah sampai pada benda porselin bakaran tinggi. Maka keindahan dan kesempurnaan teknik keramik China sampai saat ini belum tertandingi oleh negara lain. Negeri ini telah mengalami teknologi pembuatan porselin pada zaman dinasti Sung (600-900 M).
Kebudayaan Lung-Shan menghasilkan keramik berciri diding tipis, hitam, menggunakan dekorasi gosok, dan sudah menggunakan alat putar. Pusatpusat kebudayaan neolitik ini dibedakan menurut hasil produk keramiknya yaitu China Barat, China Pantai Timur, dan China Selatan. Keramik China Selatan sudah ada yang menggunakan alat putar dan produknya diberi hiasan gores. Keramik China Pantai Timur ditemukan milenium ke-3 SM; berwarna hitam kelabu, ada yang merupakan hasil dari alat putar. Keramik China Barat berciri dinding tipis, berupa benda-benda untuk ritual kematian. Ditemukan juga keramik yang sudah menggunakan glasir feldspar yang diketahui merupakan cikal bakar produksi porselain pada dinasti Sung (abad ke-7). Produksi porselin sesungguhnya dimulai pada Dinasti Ming. Perkembangan keramik di China juga tidak lepas dari dinasti yang berkuasa pada saat itu. Dinasti-dinasti yang terkenal yang sering dijadikan masa periode perkembangan keramik adalah Dinasti Shang (1523-1028 BC); Dinasti Chou dan Chin (1027-256 BC); Dinasti Tan (206–220 SM), dan Dinasti Sung (960-1279)
Bahan untuk pembuatan poci keramik bermacam-macam. Ada yang ringan dengan bahan dasar dolomit dan porselen. Sementara, di Indonesia umumnya keramik dibuat dari tanah liat (clay). Bahan tanah liat ini mudah didapatkan di Indonesia dan hasilnya cukup keras sehingga tidak mudah pecah. Poci Yixing terkenal karena bahan dasarnya hanya terdapat di sana, yaitu tanah liat ungu (purple clay).
Tanah liat ini mengandung berbagai macam zat besi yang teroksidasi. Tanah itu diambil dari gua dengan cara menggali dengan kedalaman 150-200 meter. Tanah liat di Yixing terdiri atas empat warna, yaitu ungu, merah/terakota, hiram, dan kuning yang berbentuk bongkahan keras. Bongkahan ini dibawa ke pabrik dan dijemur di tempat terbuka selama seminggu agar terkena sinar matahari atau air hujan sehingga hancur dan lunak. Selanjutnya, serpihan tanah liat tadi dimasukkan dalam mesin penghancur untuk dilumatkan dan dicampur air dingin, lalu dicetak berbentuk silinder. Adonan itu disimpan dalam gudang selama sepuluh hari sehingga bentuknya padat. Setelah itu, adonan dimasukkan ke mesin yang memiliki pipa untuk divakum agar lebih padat dan menyerap air. Saat keluar dari mesin, tanah liat sudah berupa adonan kotak-kotak seberat 20 kg. Adonan inilah yang menjadi bahan dasar untuk membuat poci. Proses yang dilakukan pembuat keramik di Indonesia tidak jauh berbeda dengan proses tersebut. Perbedaannya hanyalah di Indonesia tidak dilakukan proses vakum.
B. GAMBAR DAN MAKNA MOTIF
Bentuk guci adalah dua labu yang bersusun yang menurut kepercayaan tao artinya adalah lambing panjang umur. Termasuk keramik warna biru putih yang dilukis dengan lukisan delapan dewa tao .
C. APRESIASI KARYA SENI KRIYA MANCANEGARA
- Cina dikenal sebagai "ibukota" keramik di dunia. Selain karena pengrajinnya yang mahir juga karena tanah di Cina sangat bagus untuk pembuatan keramik. Ciri khas keramik Cina adalah cenderung lebih tipis, halus, bahannya lebih bagus, biasanya bermotifkan naga atau simbol-simbol tertentu yang banyak diyakini orang karena alasan fengshui-nya. Keunikan lain, produk Cina terkadang terlihat sama. Padahal jika diamati lebih dekat ternyata berbeda. Keramik Cina ada dua jenis, yakni keramik produksi Jingdczhcn dan produksi Guangzhou. Keramik Jingdezhcn relatif lebih banyak digemari konsumen karena lebih tipis, halus, dan unik model-modelnya.
- Selain Cina, keramik yang terkenal adalah keramik Gouda dari Belanda yang menarik karena keindahan warna dan bentuknya, keramik Majolica dari Inggris yang menarik karena warnanya yang cerah dan lembut, dan keramik Carlton Ware yang menampilkan bentuk menawan.
- Manik-manik sejak zaman lampau digunakan untuk perhiasan para wanita, seperti kalung dan gelang. Secara umum, bahan-bahan yang digunakan membuat manik-manik adalah kulit kerang, kayu, getah kayu, keramik, gerabah, lempung, tulang, batu, kaca, kamelian, akik, kuarsa, emas, dan logam. Bahan-bahan tersebut masih dapat dipilah-pilah, seperti batu terdiri atas kornelian, oniks, andesit, giok, dan kalsedon. Manik-manik dibuat dengan berbagai cara, tergantung jenis bahannya. Lubang manik-manik dibuat dengan bor dari dua arah pada pinggir manik-manik. Pembuatan manik-manik dari tanah liat dilakukan dengan melilitkan tanah pada kawat sehingga ketika kawat tersebut ditarik maka terbentuk pipa kecil dari tanah liat yang kemudian dipotong-potong dan dibakar. Manik-manik yang dibuat dari kaca diperoleh dengan membakar kaca hingga cair dan menuangkannya ke dalam cetakan. Cara lainnya adalah menusukkan sepotong kayu ke dalam cairan kaca dan memutarnya hingga kaca yang mulai mengeras merekat pada kayu. Bila kayu tersebut ditarik, maka akan menghasilkan lubang pada manik-manik.
- Teknik pembuatan keramik di mancanegara juga bermacam-macam. Secara umum, pembuatan keramik adalah dengan teknik pilin, cetak, dan roda putar. Adapun teknik hiasan dengan cara gores, cap, kuas, dan tempel. Bahan keramik ada tiga macam, yaitu tembikar, bahan batuan, dan porselen.
- Masyarakat Cina dan Jepang memiliki berbagai persamaan di bidang seni. Satu di antaranya ialah mereka memiliki hewan-hewan legendaris dalam kehidupan, seperti naga, singa, macan, kerbau, monyet, atau burung. Tidak mengherankan bila motif atau corak seni keramik dan batiknya banyak menggunakan hewan-hewan tersebut.
- Di Cina terdapat empat jenis sulaman tangan, yaitu sulaman Su dari Provinsi Jiangsu, sulaman Xiang dari Provinsi Hunan, sulaman Yuc dari Provinsi Guangdong, dan sulaman Shu dari Provinsi Sichuan. Masing-masing memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Sulaman Su berwarna cerah dan bentuk sulaman yang dihasilkan kelihatan seperti objek yang sebenarnya. Sulaman Xiang penuh imajinasi dan bentuk sulaman banyak mengambil motif gunung, sungai, dan binatang. Sulaman Yue sebagian besar menampilkan pola bunga dan rumput. Sementara itu, sulaman Shu tekstur yang dihasilkan tampak lebih kasar, tetapi tidak mudah kusut.
- Alat yang digunakan dalam proses pembentukan keramik adalah roda putar. Alat ini berbentuk bundar dan terbuat dari coran semen dengan tulang besi. Bagian tengahnya sedikit cekung, pada bagian ini diletakkan kayu berbentuk bulat dan berfungsi sebagai landasan tanah liat pada waktu pembentukan. Bagian tengah dari roda putar tersebut diberi poros besi sebagai tonggak yang menghubungkan roda putar dengan lantai.
- Teknik menghias keramik dapat dilakukan pada waktu pembentukan di atas roda putar. Caranya, bagian tepian ditekan sehingga membentuk hiasan gelombang. Selain itu, proses menghias dapat juga dilakukan setelah produk setengah kering. Caranya dengan diukir, cetak-tempel, atau dicap.
- Teknik pengglasiran dilakukan beberapa cara, tergantung besar kecilnya produk. Barang berukuran kecil dengan cara dicelup pada cairan glasir, sedangkan produk ukuran sedang dan besar dengan cara disiram.
- Pembakaran menggunakan tungku yang panjang dan pada bagian belakang terletak cerobong asap. Bentuknya memanjang ke belakang, bagian belakang lebih tinggi agar pemanasan merata. Tungku inilah yang pada masa dulu dikenal dengan sebutan tungku naga.
- Salah satu tempat penghasil poci teh yang terkenal adalah Yixing di Provinsi Jiangsu, dekat kota pelabuhan terbesar, Shanghai, Cina. Poci Yixing terkenal karena bahan dasarnya hanya terdapat di sana, yaitu tanah liat ungu (purple clay).
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Cina dikenal sebagai "ibukota" keramik di dunia. Selain karena pengrajinnya yang mahir juga karena tanah di Cina sangat bagus untuk pembuatan keramik. Ciri khas keramik Cina adalah cenderung lebih tipis, halus, bahannya lebih bagus, biasanya bermotifkan naga atau simbol-simbol tertentu yang banyak diyakini orang karena alasan fengshui-nya. Keunikan lain, produk Cina terkadang terlihat sama. Padahal jika diamati lebih dekat ternyata berbeda. Keramik Cina ada dua jenis, yakni keramik produksi Jingdczhcn dan produksi Guangzhou. Keramik Jingdezhcn relatif lebih banyak digemari konsumen karena lebih tipis, halus, dan unik model-modelnya.
Selain Cina, keramik yang terkenal adalah keramik Gouda dari Belanda yang menarik karena keindahan warna dan bentuknya, keramik Majolica dari Inggris yang menarik karena warnanya yang cerah dan lembut, dan keramik Carlton Ware yang menampilkan bentuk menawan.
B. SARAN
Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna oleh karena itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan dengan rendah hati mohon diberi kritikan dan saran tentang pembuatan makalah ini agar dalam pembuatan makalah selanjutnya lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Kartasubarna, Edi, 1979, Tinjauan Keramik, Diktat, ITB, Bandung
_________, 1994, Kamus Besar Bahasa Indonesia, BP, Jakarta
Kartika, D. S, 2004, Seni Rupa Modern, Pn. Rekayasa Sains, Bandung
Langer, 1953, Feeling and Form: A Theory of Art, Charles Scribne, New York
Mills, JFM, 1965, Dictionary of Art, Pergamon, New York
Myers, B. S., 1969, Dictionary of Art, The City College, New York
http// google.com
Comments
Post a Comment