KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaikan makalah ini Meskipun banyak hambatan yang kami hadapi dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini berjudul “Kisah Orang Saleh”
Tak lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari, dalam penulisan makalah ini tentunya terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari pembaca untuk memperbaiki kekurangan dalam makalah ini, sangat kami harapkan. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini.
Kami berharap semoga makalah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Kisah Bakar ash-Shiddiq.................................................................................................... 2
B. Umar bin Khattab............................................................................................................... 3
C. Utsman bin Affan ............................................................................................................. 5
D. Ali bin Abi Thalib............................................................................................................... 7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................................................... 9
B. Saran................................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Umat Islam dewasa ini banyak mengalami krisis identitas yang menyebabkan mereka kehilangan jati diri dan kewibawaan mereka. Kenapa demikian? Karena mereka tidak mengetahui akan sejarah dan perkembangan Peradaban Islam, baik pada masa Nabi Muhammad saw, sahabat, sampai dengan masa sekarang. Sehingga sulit untuk mereka meneladani bagaimana perjuangan-perjuangan para pejuang Islam yang telah lalu.
Oleh karena itu, dalam makalah ini kami lebih khusus membahas tentang bagaimana sejarah 4 (empat) sahabat Nabi saw., yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq r.a, Umar bin Khattab r.a, Utsman bin Affan r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a, yang kami uraikan secara singkat, dan kami berusaha menjawab sebagian keterbatasan pengetahuan umat Islam tentang sejarah dari ke-4 (empat) sahabat Nabi saw., tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Kisah Bakar ash-Shiddiq?
2. Bagaimana kisah Umar bin Khattab?
3. Bagaimana kisah Utsman bin Affan ?
4. Bagaimaan kisah Ali bin Abi Thalib?
C. Batasan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini tidak terlepas dari judul atau rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Masa Abu Bakr al-Siddiq
Nama lengkapnya adalah Abdullah ibn Abi Quhafah Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Taym bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib al Quraisyi at Tamimi. Setelah masuk Islam nama tersebut diganti oleh rasulullah dengan abdullah yang akrab dipanggil dengan abu bakar. Ada pendapat yang mengatakan bahwa gelar tersebut melekat sebagai nama panggilan karena beliau termasuk orang yang mula-mula memeluk Islam. Sedangkan gelar ash-Shiddiq merupakan julukan karena beliau selalu membenarkan Rasulullah tentang berbagai peristiwa terutama pada peristiwa isra’ dan mi’raj.
Abu bakar dilahirkan pada tahun 573 M (dua tahun setelah kelahiran Rasulullah) dan meninggal dalam usia 63 tahun sebagimana usia rasulullah. Beliau termasuk golongan orang yang memeluk Islam tanpa banyak pertimbangan. Sebelum masuk Islam ia merupakan seorang saudagar kaya yang mempunyai pengaruh yang cukup besar dikalangan bangsa Arab. Selain itu beliau juga dikenal sebagai orang yang jujur dan dermawan serta senang beramal untuk kepentingan perjuangan Islam. Bukti kedemawaan tersebut sebagaimana dilukiskan dalam sejarah bahwa ketika Rasulullah saw. Mempersiapkan pasukan menuju Tabuk, Abu Bakar menyumbangkan semua harta kekayaan yang dimilikinya dan tidak ada lagi yang tersisa.
Setelah Nabi wafat, timbul permasalahan yang menyangkut siapa yang akan menggantikan beliau karena sampai wafat beliau tidak memberi petinjuk tentang tata cara pengangkatan penggantinya (khalifah). Hal ini hampir membawa perpecahan antara kaum Muhajirin dan Ansar. Dengan perdebatan yang alot maka terpilihlah Abu Bakr sebagai khaliffah yang menggantikan posisi Nabi. Dalam pidato politik pertamanya terdapat hal-hal penting yang dapat dicatat antara lain:
a) Abu Bakr menuntut kepatuhan dan kesetiaan umat Islam kepadanya, selama Ia dijalan yang benar
b) Adanya jaminan dan kebebasan kepada berpendapat kepada masyarakat
c) Menegakkan keadilan dan HAM
d) Membela negara ( Jihad )
e) Menjalankan shalat
Abu Bakr lebih banyak melakukan konsolidasi kedalam dengan memperkuat negara Madinah dari ancaman-ancaman yang berasal dari luar dan dalam negeri. Abu Bakr mengirim panglima-panglima perang dalam menumpas pemberontakan. Setelah berhasil mengatasi situasi dalam negeri dan memperkuat pertahanan terhadap serangan Persia dan Romawi barulah Abu Bakr berkonsentrasi terhadap masalah pembenahan negara. Sistem pemerintahan disusun dengan penekanan pada prinsip pembagian kekuasaan dan penempatan orang yang sesuai dengan kemampuannya.
Untuk pelaksanaan tugas eksekutif, Abu Bakr melakukan pembagian kekuasaan dikalangan sahabat senior. Abu Bakr mengangkat tiga sekretaris negara, satu bendahara negara dan membentuk majelis Syura dan disetiap propinsi diangkat gubernur sebagai kepala pemerintahan. Dibidang perekonomian, hal penting yang dilakukan adalah menekankan pembayaran pajak dan zakat dalam memebantu perekonomian. Abu Bakr melaksanakan pemerintahanyang egaliter dan demokratis. Walaupun dia belum memisahkan kekuasaan eksekutif, legislative dan yudikatif, namun pola pemerintahan yang dijalankannya benar-benar modern ditengah situasi masyarakat saat itu.
Dalam menetapkan siapa yang akan menggantikannya, Abu Bakr menempuh kebijakan melakukan wasiat untuk meneruskan kepemimpinannya agar yang bertujuan untuk memantapkan stabilitas keamanan dalam negeri dan mencegah terjadinya perpecahan. Dan yang dipilihnya adalah Umar ibn al-Khathab.
B. Masa ‘Umar ibn al-Khathtab
Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatamah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan.
Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy. Beliau merupakan khalifah kedua di dalam Islam setelah Abu Bakar. Nasabnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin ‘Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada kakeknya Ka’ab. Antara beliau dengan Rasulullah selisih 8 kakek. lbu beliau bernama Khatamah binti Hasyim bin al Mughirah al Makhzumiyah. Rasulullah memberi beliau kunyah Abu Hafsh (bapak Hafsh) karena Hafshah adalah anaknya yang paling tua dan memberi laqab (julukan) al Faruq.
Secar prinsip, Umar melanjutkan kebijakan yang ditempuh Abu Bakr. Namun pada masa Umar banyak terdapat permasalahan yang terjadi. Kebijaksanaan yang dilakukan Umar sebagai kepala negara antara lain:
a) Perluasan daerah, pengembangan kekuasaan kerajaan islam. Kekuasaan Islam telah menyebar melampaui jazirah Arab dan berhasil menguasai daerah Bizantium dan Persia. Kerajaan islam juga telah berhasil menguasai Irak, Mesir, Damaskus dan Palestina.
b) Pembenahan birokrasi pemerintahan. Umar mengadakan perubahan yang signifikan dalam bidang administrasi negara. Umar membentuk majelis Syura yang beranggotakanb sahabat-sahabat senior sebagai teman dalam bermusyawarah. Umar membentuk lembaga kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat dan lembaga pekerjaan umum untuk menangani pembangunann fasiliyas umum. Umar mendirikan Kantor Perbendaharaan dan Keuanagan Negara, untuk menempa mata uang. Dalam pemerintahan daerah, Umar mengangkat gubernur dan hakim yang kekuasaannya terpisah . hakim melaksanakan lembaga peradilan yang bebas dan mandiri. Dalem merekrut pejabat, Umar mementingkan profesionalisme dan kemampuan dalam bidang tugasnya.
c) Peningkatan kesejahteraan rakyat. Perluasan daerah membawa dampak banyak devisa negara yang masuk baik dalm rampasan perang dan pajak.hasil inilah yang digunakan Umar untuk mensejahterakan rakyat dengan memberikan tunjangan kepada kaum muslim. Pembagian tunjanagn ini diatur berdasarkan nasab kepada Nabi, senoiritas masuk Islam, jasa dan perjuangan mereka dalam menegakkan Islam. Umar langsung mengontrol kondisi kesejahteraan rakyat.
d) Pembentukan tentara regular yang digaji oleh Negara. Umar membentuk lembaga pertahanan dan keamanan yang mengurusi masalah ketentaraan. Tentara disiapkan secara khusus dan professional dan digaji oleh negara.
e) Pengembangan demokrasi dan kebijaksanaan-kebijakasaan lainnya. Umar melakukanperubahan mendasar dalam kekuasaan peradilan dengan memisahkan kekuasaan peradilan dari kekuasaan eksekutif. Selain itu Umar juga melakukan ijtihad dalam berbagai masalah umat.
Dalam menentukan siapa yang akan meggantikannya, Umar menggunakan cara yang berbeda dari dua pendahulunya. Umar memakai tim formatur ynabg terdiri dari sahabat-sahabat senior seperti, Usman, Ali, Abd al-Rahmanibn ‘Awf, Thalhah, Zubeir, Sa’d ibn Abi Waqqqash dan ankaknya sendiri Abdullah. Tetapi Umar berpesan bahwa anknya tidak boleh dipilih. Cara ini menimbulkan perdebatan diantara para formatur terkait dengan keinginan dari mereka sendiri yang ingin menjadi Khalifah selanjutnya. Melalui cara ini akhirnya terpilihlah Usman.
C. Masa Khalifah Usman ibn Affan
Utsman bin Affan (sekitar 574 – 656) adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang merupakan Khulafaur Rasyidinyang ke-3. Nama lengkap beliau adalah Utsman bin affan Al-Amawi Al-Quarisyi, berasal dari Bani Umayyah. Lahir pada tahun keenam tahun Gajah. Kira-kira lima tahun lebih muda dari Rasullulah SAW.
Nama panggilannya Abu Abdullah dan gelarnya Dzunnurrain (yang punya dua cahaya). Sebab digelari Dzunnuraian karena Rasulullah menikahkan dua putrinya untuk Utsman; Roqqoyah dan Ummu Kultsum. Ketika Ummu Kultsum wafat, Rasulullah berkata; “Sekiranya kami punya anak perempuan yang ketiga, niscaya aku nikahkan denganmu.” Dari pernikahannya dengan Roqoyyah lahirlah anak laki-laki. Tapi tidak sampai besar anaknya meninggal ketika berumur 6 tahun pada tahun 4 Hijriah.
Menikahi 8 wanita, empat diantaranya meninggal yaitu Fakhosyah, Ummul Banin, Ramlah dan Nailah. Dari perkawinannya lahirlah 9 anak laki-laki; Abdullah al-Akbar, Abdullah al-Ashgar, Amru, Umar, Kholid, al-Walid, Sa’id dan Abdul Muluk. Dan 8 anak perempuan.
Nama ibu beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Beliau masuk Islam atas ajakan Abu Bakar, yaitu sesudah Islamnya Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haristah. Beliau adalah salah satusahabat besar dan utama Nabi Muhammad SAW, serta termasuk pula golongan as-Sabiqun al-Awwalin, yaitu orang-orang yang terdahulu Islam dan beriman.
Utsman adalah seorang yang saudagar yang kaya tetapi dermawan. Beliau adalah seorang pedagang kain yang kaya raya, kekayaan ini beliau belanjakan guna mendapatkan keridhaan Allah, yaitu untuk pembangunan umat dan ketinggian Islam. Beliau memiliki kekayaan ternak lebih banyak dari pada orang arab lainya.
Ketika kaum kafir Quarisy melakukan penyiksaan terhadap umat Islam, maka Utsman bin Affan diperintahkan untuk berhijrah ke Habsyah (Abyssinia, Ethiopia). Ikut juga bersama beliau sahabat Abu Khudzaifah, Zubir bin Awwam, Abdurahman bin Auf dan lain-lain. Setelah itu datang pula perintah Nabi SAW supaya beliau hijrah ke Madinah. Maka dengan tidak berfikir panjang lagi beliau tinggalkan harta kekayaan, usaha dagang dan rumah tangga guna memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya. Beliau Hijrah bersama-sama dengan kaum Muhajirin lainya.
Pada peristiwa Hudaibiyah, Utsman dikirim oleh Rasullah untuk menemui Abu Sofyan di Mekkah. Utsman diperintahkan Nabi untuk menegaskan bahwa rombongan dari Madinah hanya akan beribadah di Ka’bah, lalu segera kembali ke Madinah, bukan untuk memerangi penduduk Mekkah.
Suasana sempat tegang ketika Utsman tak kenjung kembali. Kaum muslimin sampai membuat ikrar Rizwan – bersiap untuk mati bersama untuk menyelamatkan Utsman. Namun pertumpahan darah akhirnya tidak terjadi. Abu Sofyan lalu mengutus Suhail bin Amir untuk berunding denganNabi Muhammad SAW. Hasil perundingan dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah.
Usman ibn Affan adalah seorang pengusaha yang sukses yang banyak menyumbangkan hartanya untuk kepentingan Islam. Garis kebijakan yang dilaksanakannya mengacu pada kebijakan Khalifah Abu Bakr dan Umar. Usman berhasil memperluas wilayah Islam dengan menguasai Ray dan Rum serta Cyprus. Kekuasaan Islam pada saat itu meliputi Azerbaizan, Afganistan, Armenia, Kurdistan dan Heart.
Usman melakukan pembangunan fisik seperti perumahan, jalan-jalan, jembatan dan fasilitas umum. Dalam menjalankan pemerintahan Usman dibantu dewan pajak, bendahaar negara, kepolisian, pekerjaan umum dan militer. Untuk jabatan didaerah Usman dibantu gubernur-gubernur.
Pada awal masa pemerintahannya, Usman tidak banyak mendapat ancaman dan gangguan, namun setelah enam tahun masa pemerintahan muncul protes dan ketidakpuasan dari masyarakat terutama didaerah. Adapun sumber ketidakpuasan rakyat yakni soal politik, pendayagunaan kekayaan negara, dan kebijakan keimigrasian. Dari sitem pemerintahan yang dijalankan Usman, dapat dikemukakan beberapa catatan:
a) Usman lebih mengutamakan keluarganya dalam menduduki suatu jabatan. Usman sangat selektif melihat orang yang bukan keluarganya untuk memegang tugas pemerintahan. Usman menganti beberapa gubernur dan mengangat anggota keluarga dan kerabatnya untuk menduduki posisis itu. Usman juga tidak tegas terhadap anggota keluarga besarnya. Hal ini menyebabkan kekuasaan keluarganya yang diluar control. Usman hanyalah Khalifah simbol.
b) Kebijaksanaannya memberikan izin kepada para sahabat senior untuk meninggalkan Madina. Akibatnya kurangnya control terhadap kekuasaan Usman dan tidak ada lagi yang menjadi teman berdiskusi dalam memecahkan masalah. Akibatnya, kebijaksanaan poltik Usman ditempuh berdasarkan kepentingan golongan, tidak dimusyawarahkan dengan orang-orang tepat.
c) Besarnya arus oposisi dari berbagai daerah terhadap pemerintahan Usman. Rakyat dibebankan dengan pajak yang besar sementara para pejabat hidup mewah. Hal ini menimbulkan rasa tidak puas dikalangan rakyat. Klimaksnya adalah peristiwa tragis pembunuhan Khalifah Usman ditangan umat Islam sendiri.
D. Masa Khalifah ‘Ali ibn Abi Thalib
Nama lengkap beliau, Ali bin Abi Thalib ra. bin Abdi Manaf bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah Abul Hasan dan Husein, digelari Abu Turab, keponakan sekaligus menantu Rasulullah saw. dari puteri beliau, Fathimah az-Zahra’.
Ibu beliau bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay, ibunya digelari Wanita Bani Hasyim pertama yang melahirkan seorang putera Bani Hasyim. Beliau memiliki beberapa orang saudara laki-laki; Thalib, Aqiel dan Ja’far. Mereka semua lebih tua dari beliau, masing-ma-sing terpaut sepuluh tahun. Beliau memiliki dua orang saudara perempuan; Ummu Hani’ dan Jumanah. Keduanya adalah puteri Fathimah binti Asad, ia telah masuk Islam dan turut berhijrah. Ayah beliau bernama Abu Thalib. Dia adalah paman kandung yang sangat menyayangi Rasulullah saw. nama sebenarnya Abdi Manaf. Demikianlah disebutkan oleh Imam Ahmad dan ulama-ulama ahli nasab dan sejarah.
Kaum Rafidhah mengira Abu Thalib ini bernama Imran, bahwa dialah yang dimaksud dalam firman Allah SWT.: ” Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Null, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).” (Ali Imran: 33).
Kaum Rafidhah ini telah jatuh dalam kesalahan yang amat besar. Mereka tidak memperhatikan ayat-ayat al-Qur’an lainya sebelum mereka mengucapkan kedustaan tersebut dengan menafsirkan ayat seenaknya. Karena setelah itu Allah SWT. mengatakan, ” (Ingatlah), ketika isteri Imran berkata, ‘ Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis)’.” (Ali Imran: 35). Allah SWT. menyebutkan kelahiran Maryam binti Imran. Begitulah zhahirnya.
Abu Thalib ini sangat menyayangi Rasulullah saw. namun ia tidak ber-iman kepada beliau. Bahkan ia mati di atas kekufuran seperti yang telah diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari. Ali binAbi Thalib ra. termasuk salah seorang sahabat yang dijamin masuk surga dan salah seorang dari enam orang ahli syura.
Pada masa kepemimpinannya, Ali memberhentikan gubernur yang diangkat oleh Usman dan menarik tanah yang dibagi-bagikan Usman kepada kerabatnya. Hal ini juga menghadapi banyak tantangan dari daerah. Disisi lain penduduk Madinah pun tidak bulat mendukung Ali. Oleh karena itu Ali memindahkan ibukota pemerintahannya ke Kufah.
Ali menyusun undang-undang perpajakan dan menegaskan bahwa pajak tidak boleh diambil npa memperhatikan pembangunan rakyat. Ali ingin megembalikan citra pemerintaha islam pada masa sebelumnya. Dalam masa pemerintahannya, Ali lebih banyak mengurus persoalan pemberontakan didaerah. Dalam menyelesaikan masalah masalah yang terjadi, Ali tidak mendengarkan masukan dari para sahabat. Ali yakin dengan pendapatnya sendiri.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perjuangan dari Abu Bakar ash-Shiddiq ra, Umar bin Khattab ra, Utsman bin Affan ra dan Ali bin Abi Thalib ra, dalam berjuang dan membela Islam sudah bukan menjadi sebuah rahasia. Peran dan sumbangan mereka terhadap Islam menjadi sebuah catatan sejarah yang tak akan pernah pudar. Keempat sahabat Nabi saw., ini telah membuktikan peran mereka baik dalam penataan kepemerintahan, keikutsertaan dan kepemimpinan dalam peperangan, penaklukan-penaklukan, pengumpulan dan pembukuan mushaf Al Qur’an dan lain sebagainya.
Sehingga dapat dikatakan Islam menjadi besar tidak terlepas dari peran keempat sahabat Nabi saw tersebut. Namun kaum yang membenci mereka tidak mau kalah, mereka mengatur siasat untuk membunuh mereka, sampai akhirnya mereka mati terbunuh, berlumuran dengan darah juang dan syahidnya.
B. Saran
Marilah kita perdalam ilmu agama sehingga kita mengetahui tentang bagaimana Islam diperjuangkan dan bagaimana kita seharusnya mengikuti ajaran dan mejauhi larangannya.
DAFTAR PUSTAKA
Al Mawardi , Imam, Al Ahkam As Shulthaniyah Al Wilayah Ad Diniyah ,terjamah : Fadli Bahri Jakarta : Darul Falah, 2006
Al Husaini, Al Hamid, Sejarah Hidup Imam Ali Bin Abi Thalib R.A., (Singa ALLAH SW., Pejuang Amar Ma’ruf Nahi Munkar), Lembaga Penyelidikan Islam, 1981, Jakarta.
Engineer, Asghar Ali Islamic State,terjemah: Imam Muttaqin,Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2000
Hasjmy, A, Dimana Letaknya Negara Islam, Surabaya: Bina Ilmu, 1984
Haekal, Muhammad Husain, Abu Bakar Ash Siddiq, Yang Lembut Hati (Sebuah Biografi dan Studi Analisis tentang Permulaan Sejarah Islam Sepeninggal Nabi), PT. Pustaka Utera Antar Nusa, cet.3, 2003, Jakarta.
............................................, Umar Bin Khattab (Sebuah telaah mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu, PT. Pustaka Utera Antar Nusa, cet.3, 2002, Jakarta.
..........................................., Utsman Bin Affan, (Kisah tentang Majelis Syura dan Pelantikan Utsman, Utsman Dulu dan Sekarang), PT. Pustaka Utera Antar Nusa, cet.3, 2002, Jakarta.
Sjadzali, Munawir, Islam dan Tata Negara Ajaran Sejarah dan Pemikiran, edisi kelima, Jakarta : UI – Press, 2008
Soetomo, Ilmu Negara, Surabaya : Usaha Nasional,1993
Comments
Post a Comment