MAKALAH AQIDAH AKHLAK
MENELADANI SIFAT UTAMA AL-GHAZALI DAN IBNU SINA
DISUSUN OLEH : KELOMPOK 5
ANGGOTA : MEGA ISLAMIA
AFIFAH REZKI ANDRIANI
NUR AZIZAH S.J
LISA SHAFITRI
DILLAH
A. AGUS MANTRI
AYU
FERY FADLY
TAHUN AJARAN 2018/2019
MAN 3 BONE
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami hanturkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kami kemudahan dalam menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kami tujukan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman zahiliah ke zaman modern seperti sekarang ini.
Pada kesempatan kali ini kami dipercayakan membuat makalah yang berjudul “Meneladani Sifat Utama Al-Ghazali dan Ibnu Sina”, kami mendapatkan materi dari berbagai referensi dan kami kumpulkan menjadi makalah yang sederhana sehingga mudah untuk di mengerti.
Kami berterima kasih kepada Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan sehingga kami dapat menyelesaikan dengan mudah, serta kepada guru pembimbing yang telah mempercaya kami sehingga di berikan tugas ini guna menambah wawasan kami serta kepada teman-teman sekalian.
Kami berharap makalah ini dapat berguna bagi siapapun yang membaca khususnya siswa siswi MAN 3 Bone.
Lappariaja, 09 Desember 2018
Kelompok 5
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Al-Ghazali....................................................................................................... 2
1. Sejarah Singkat Al-Ghazali....................................................................... 2
2. Keteladanan Al-Ghazali............................................................................ 2
3. Karya-karya Al-Ghazali............................................................................ 3
4. Akhir Kehidupan Al-Ghazali.................................................................... 3
B. Ibnu Sina......................................................................................................... 3
1. Sejarah Singkat Ibnu Sina......................................................................... 3
2. Keteladanan Ibnu Sina.............................................................................. 4
3. Karya-karya Ibnu Sina.............................................................................. 4
4. Akhir Kehidupan Ibnu Sina...................................................................... 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................................... 6
B. Saran ............................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Ghazali dan Ibnu Sina dua ilmuwan muslim yang memiliki banyak keahlian. Keduanya ahli dalam bidang kedokteran dan filsafat. Karya-karya mereka banyak dinikmati oleh umat diseluruh dunia ini. Keilmuwan al Ghazali dan Ibnu Sina juga diakui oleh kalangan ilmuwan barat. Bahkan karya mereka pernah dijadikan satu-satunya rujukan pada dunia kedokteran.
Perjuangan al Ghazali dan Ibnu Sina dalam mencari ilmupengetahuan patut kita jadikan contoh dan spirit untuk kita semua dalam belajar. Belajar tanpa batasan ilmu, usiadan waktu. Karena ilmu pengetahuansangat bermanfaat bagi kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Maka belajarlah selagi ada kesempatan.Mari kita belajar dari
sifat-sifat al Ghazali dan Ibnu Sina
B. Rumusan Masalah
Dilihat dari latar belakang di atas, kami mendapatkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana sifat utama Al-Ghazali?
2. Bagaimana sifat utama Ibnu Sina?
C. Tujuan Penulisan
Dilihat dari rumusan masalah di atas, kami mendapatkan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui sifat utama Al-Ghazali
2. Untuk mengetahui sifat utama Ibnu Sina
BAB II
PEMBAHASAN
A. AL-GHAZALI
AlGhazali adalah seorang ulama besar Islam. Ia dijuluki hujjah alIslam.Ia dikenal sebagai ahli filsafat dan tasawuf dan memilikibanyak karya. Pemikirannya memiliki pengaruh yang besar pada perubahan dunia. Mari kita mengenal sedikit tentang Imam al-Ghazali.
1. Sejarah Singkat Al Ghazali
AlGhazali memiliki nama asliMuhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thusi. Ia lahir di kota Thusi pada tahun 450 H. Ayahnya seorang sufi yang sangat wara’ yang hanya makan dari penghasilan yang dihasilkan oleh jerih payahnya. Di dalam doanya ia senantiasa meminta kepada Allah Swt agar dikaruniai seorang anak yang pandai dan shaleh dan akhirnya Allah Swt mengabulkan do’a nya dan meuncullah al-Ghazali menjadi seorang ahli fikih.
Pendidikan awal Al-Ghazali di Thus lalu ia melanjutkan belajar ke Jurjan di bidang hukum kepada Abu Nasr al Ismaili(1015-1085 M). Pada usia 20 tahun ia pergi ke Nisabur untuk mendalami ilmu fikih dan tauhid kepada al Juwaini(1028-1085) yang kemudian menjadi asistennya. Selain belajar fikih dan tauhid. Ia juga melakukan praktek tasawuf dibimbing oleh Abu Ali al Farmadzi (w. 1084) yang menjdi murid al Imam Qusyairi (986- 1072 M). Pada tahun 1091 M ia diundang oelh Nidzam al Mulk (1063-1092 M) untuk menjadi guru besar di Nidzamiah, Baghdad Dari sinilah kemudian ia mulai dikenal dan memiliki posisi yang tinggi.
2. Keteladanan al-Ghazali
AlGhazali merupakan sosok yang sangat haus dengan ilmu pengetahuan. Berbagai ilmu pengetahuan ia pelajari seperti al-Quran, ushul fikih, ilmu kalam, filsafat, fikih dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Selain haus terhadap ilmu pengetahuan, ia juga haus untuk mendalami ruhani. Oleh karena itu ia meninggalkan kota Baghdad menuju Damaskus melakukan khalwat dan i’tikaf serta mengurung diri di menara masjid kota ini. Setelah itu ia pergi menuju Bait al-Maqdis untuk meneruskan khalwatnya lalu dilanjutkan dengan menunaikan ibadah haji.
3. Karya-karya al-Ghazali
Al-Ghazali banyak meninggalkan karya tulis. Menurut penelitian terdapat sekitar 72 karya tulis dan salah satu karya yang paling monumentaladalah ”Ihya Ulumuddin” (menghidupkan kembali ilmu-ilmu religius) yang banyak dijadikan rujukan dalam hal mempelajari ilmu Tasawuf.
Karya al Ghazali di bidang filsafat dan logika, adalah Mi’yar al-’ilmi (Standar Pengetahuan, Tahafut al-Falasifah (Kerancuan para filosof); dalam bidang akidah Arba’in fi Ushuluddin (Empat Puluh Masalah di Bidang Prinsip-Prinsip Agama), Qowaid al-’Aqa’id (Prinsip-Prinsip Keimanan),dan Al-Iqtishad fl al-I’tiqad (Muara Kepercayaan); di bidang Ushul Fikih al- Mustashfa fi ’ilm al Ushul (Intisari ilmu tentang Dasar-Dasar Ilmu Fikih); dalam bidang tasawuf Misykat al-Anwar (Ceruk Cahaya-Cahaya) dan lain- lain.
4. Akhir kehidupan al-Ghazali
Padamasa akhir sisa hidupnya, al-Ghazalimendirikan madrasah di sebelah rumahnya untuk para penuntut ilmu dan tempat khalwat para sufi. Seluruh waktunya ia gunakan untuk membaca dan mengkaji al-Qur’an, mempelajari hadis serta mengajar. Ia wafat pada tahun 505 H/1111 M di Thusi dalam usia lima puluh lima tahun.
B. IBNU SINA
Ibnu Sina adalah seorang filosof, dokter serta ulama. Ia menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti astronomi, matematika, fisika, metafisika dan logika serta ilmu-ilmu lainnya. Di Barat ia dikenal dengan sebutan Avicenna. Berikut biografi Ibnu Sina:
1. Sejarah Hidup Ibnu Sina
Namalengkapnya Abu Ali al Husayn ibn Abdullah ibn Hasan ibn Ali ibn Sina. Ia lahir pada tahun 370 H/980 M di Efsyanah kawasan Bukhara (Uzbekistan sekarang). Ia dieknal sebagai seorang filosof muslim terbesar yang bergelar “Al-Syaikh Al-Ra’is”. Ia berasal dari keluarga Persia dan bermadhab Ismailiyah. Ayahnya adalah seorang gubernur pada masa kerajaan Samaniyah (819 M-1005 M).
Iamulai mempelajari al-Qur’an sejak usia 5 tahun kepada ayahnya dan telah menghafalnya di usia 10 tahun. Di usia yang belia ini ia juga mempelajari ilmu akhlak dan bahasa. Setelah itu hari-harinya dihabiskan di perpustakaan. Ia menyukai ilmu kedokteran dan metafisik sehingga di usia 16 tahun ia sudah menjadi seorang dokter. Setelah itu ia belajar filsafat kepada Abu Abdillaj al Natili yang diawali dengan ilmu mantik (logika).
2. Keteladanan Ibnu Sina
IbnuSina adalah seorang ilmuwan dan filosof besar. Ia sosok yang jenius dan memiliki daya nalar yang tinggi. Karena kejeniusannya ini ia banyak mempelajari sendiri berbagai macam ilmu pengetahuan dengan mudah. Selain jenius ia juga merupakan sosok yang gigih dan haus akan ilmu pengetahuan. Pernah suatu saat ia membaca buku metafisika karya Aristoteles sebanyak empat puluh kali sampai ia menghapalnya hanya saja ia tidak memahami. Meskipun demikian, ia tidak pernah berputus asa. Ia terus mencari buku apa yang dapat menjadi kunci untuk memahami buku Aristoteles tersebut, dan akhirnya ia pergi berjalan-jalan ke salah satu pasar loak khusus buku-buku filsafat dan menemukan buku karya al Farabi sebagai kuncinya. Selain cerdas dan gigih ia juga merupakan sosok yang taat beribadah kepada Allah Swt, kreatif, tidak mengenal putus asa, tabah dan tekun dalam mempelajariilmu pengetahuan.
Ibnu Sina juga dikenal sebagai seorang dokter yang handal. Ia dapat mengobati berbagai macam penyakit. Keahliannya di bidang kedokteran menjadi terkenal lagi ketika suatu hari ia dapat menyembuhkan penyakit Nuh ibn Manshur(387 H/ 997 M) seorang penguasa Bukhara.
3. Karya Tulis Ibnu Sina
Ibnu Sina banyak memiliki karya tulis. Ada pendapat yang menyatakan bahwa karya tulisnya mencapai dua ratus buku. Sebagian pakar lainnya menyatakan bahwa karya tulisnya sekita seratusan Di antara karya-karya Ibnu Sina Kitab Al Syifa (Obat) berupa ensklopedi filsafat; kitab Al-Qanun fi al-Thib (Praktek Kedokteran) di bidang kedokteran; Kitab alNajah (Keberhasilan) ringkasan darialSyifa dalam hal ketuhanan, logika dan ilmu alam serta karya-karya tulis lainnya.
4. Kisah Akhir Ibnu Sina
Kehidupan Ibnu Sina penuh dengan aktifitas dan kerja keras sehingga suatu hari ia terkena penyakit maag akut yang sudah tidak dapat diobati lagi. Di hari-hari menjelang wafatnya ia selalu memakai pakaian putih, mensedekahkan hartanya kepada fakir miskin, memerdekakan budak serta giat beribadah kepada Allah Swt. Ia wafat pada tahun 428H/1037M di usia 58 tahun
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Al Ghazali adalah seorang ilmuwan Islam yang mendalami bidang filsafat.
2. Semangat al Ghazali dalam mencari dan mendalami ilmu pengetahuan patut dijadikan contoh pagi pemuda masa sekarang.
3. Al Ghazali dan Ibnu Sina adalah ilmuwan yang tidak hanya diakui dan dibanggakan dikalangan umat Islam saja tetapi diakui dan dibanggakan oleh para ilmuwan eropa atau barat.
4. Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan yang cerdas dan taat kepada Allah, serta memiliki semangat yang tinggi sehingga tidak mudah menyerah.
5. Ilmu penegetahuan harus selalu diimbangkan dengan ketaatan kepada Allah SWT.
B. SARAN
Dilihat dari materi di atas saran penulis,raihlah ilmu setinggi kamu bisa. Karena dengan ilmu hidup seseorang akan lebih banyak tahu tentang apa yang kita tidak tahu.
DAFTAR PUSTAKA
Buku Ajar Akidah Akhlak MA kelas XII K13 Kementrian Agama Tahun 2016
http://akidahakhlakma.blogspot.com/2018/05/bab-v-meneladani-sifat-utama-al-ghazali.html
Comments
Post a Comment