KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji dan syukur hanya bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “Menganalisis Permasalahan Sosial Tentang Kenakalan Remaja yang ada di masyarakat”.
Kendati kami sudah berusaha dengan maksimal, sebagai manusia yang dhoif kami akui, makalah ini masih belum sempurna.Karena itu saran dan kritik dari semua pihak sangat diharapkan, demi kesempurnaan makalah ini.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah memberikan masukan yang sangat berguna untuk makalah ini.
Akhir kata kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya, khususnya bagi pembaca. Amiin...
Penulis,
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan............................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan faktor masalah sosial.............................................................. 2
B. Permasalahan sosial di kalangan sosial............................................................ 2
C. Cara mengatasi kenakalan remaja.................................................................... 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................................... 8
B. Saran................................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dewasa ini, kenakalan remaja telah menjadi penyakit ganas di tengah-tengah masyarakat. Berbagai kasus kenakalan remaja tersinyalir telah meresahkan masyarakat, semisal kasus pencurian, kasus asusila seperti free sex, pemerkosaan, bahkan pembunuhan.
Remaja memiliki potensi besar untuk melakukan hal-hal menyimpang dari kondisi atau perilaku normal. Seperti ada pergolakan dalam diri mereka untuk melakukakan hal-hal yang berbeda dengan yang lain di sekelilingnya, hal-hal yang dianggap normal oleh kebanyakan orang. Mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal itu disebabkan karena setiap manusia pada dasarnya pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu. Sebaliknya, orang yang dianggap normal dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang. Dorongan semacam itupun didasari oleh berbagai hal, seperti motif untuk mencari sensasi, bahkan karena sifat dasar remaja yang pada usia itu sedang melalui tahap mengidentifikasi, misalnya meniru apa yang dilakukan tokoh idola atau yang dianggapnya menarik.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Pengertian dan faktor masalah sosial?
2. Bagaimana permasalahan dosial di kalangan remaja?
3. Bagaimana cara mengatasi kenakalan remaja?
C. Tujuan Penulisan
1. Pengertian dan faktor masalah sosial
2. Permasalahan dosial di kalangan remaja
3. Cara mengatasi kenakalan remaja
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Faktor Masalah Sosial
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
B. Permasalahan sosial Di kalangan remaja
Berikut adalah beberapah permasalahan sosial di kalangan remaja :
1. Seks bebas
Kalau kita membicarakan dan membahas tentang pergaulan bebas,sudah pasti kita akan berhubungan dengan anak remaja karena banyak korbannya adalah dari kalangan remaja.Masa remaja bagi semua orang dan juga menurut kami adalah masa yang paling indah atau berseri.Di masa itu juga proses pencarian jati diri seseorang berlangsung.Dan pada proses itulah banyak para remaja yang terjebak ke dalam pergaulan bebas tersebut karena tidak mengetahui dampak buruk bagi dirinya sendiri.Pergaulan bebas di kalangan remaja saat ini telah mencapai titik kekhawatiran yang sangat tinggi atau cukup parah,terutama seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang. Pada pembahasan ini kita berfokus pada seks bebas.
Mengenai dampak buruk,sudah pasti seks bebas memiliki dampak buruknya. Dampak buruk seks bebas bagi diri sendiri sudah tentu lebih mengacu pada kesehatan. Tidak hanya bagi diri sendiri,seks bebas juga berdampak buruk bagi orang lain,yaitu ikut terjerumusnya orang tersebut ke dalam seks bebas. Dalam ruang lingkup yang luas,seks bebas jg memiliki dampak buruk bagi bangsa ini,yakni rusaknya moral generasi penerus bangsa. Begitu banyak dampak buruk dari seks bebas. Oleh karena itu,jauhkan diri kita dari seks bebas.
2. Minuman Keras
Mengkonsumsi minuman beralkohol kini seperti menjadi bagian gaya hidup dari sebagian masyarakat Indonesia. Berawal dari sekedar coba-coba, banyak yang kemudian akhirnya ketagihan dengan jenis minuman yang satu ini. Selama ini dampak negatif dari konsumsi alkohol berlebih yang paling banyak diketahui orang adalah mabuk semata, dan itupun dapat hilang dengan sendirinya. Namun pada kenyataannya,efek negatifnya tidk berhenti pada mabuk saja,namun alkohol yang terkandung dalam minuman keras tersebut memiliki dampak negatif lain bagi tubuh,seperti merusak sistem metabolisme tubuh manusia,timbulnya ketagihan,dan rusaknya jaringan pada otak. Mengonsumsi minuman keras tidak hanya berefek terhadap diri sendiri, tapi juga orang-orang disekitarnya. Semakin sering seseorang minum alkohol, maka semakin berkurang pemikirannya. Dengan begitu secara kelanjutan akan memicu masalah pengangguran. Selain itu,mengkonsumsi minuman keras jg dapat memicu permasalahan hukum,hal itu telah diatur dalam perundang-undangan.
3. Narkoba
Di negara ini,permasalahan tentang narkoba sudah cukup marak. Mulai dari pengedar sampia pengguna obat terlarang itu. Penyalahgunaan narkoba telah diatur dalam perundang-undangan,namun tidak sedikit yang mengabaikan peraturan tersebut dan tetap mengkonsumsi obat-obat terlarang tersebut. Penyalah gunaan narkoba memiliki dampak atau pengaruh,baik bagi diri sendiri atau orang lain. Secara umum, dampak penyalahgunaan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. Dampak penyalahgunaan narkoba pada fisik lebih mengacu kepada kesehatan jasmani yang terganggu. Sedangkan dampak penyalahgunaan narkoba pada psikis yakni terganggunya kejiwaan seseorang. Selain itu,dampak lain narkoba bagi pada sosial yakni anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan,merepotkan dan menjadi beban
C. Cara mengatasi kenakalan remaja
1) Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2) Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
3) Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
4) Remaja dididik untuk pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
5) Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
6) Kenakalan remaja dalam bentuk apapun mempunyai akibat yang negatif baik bagi masyarakat umum maupun bagi diri remaja itu sendiri. Tindakan penanggulangan masalah kenakalan dapat terbagi ke dalam :
a. Tindakan Preventif
1) Usaha pencegahan timbulnya kenakalan remaja secara umum
a) Mengenal dan mengetahui ciri umum dan khas remaja;
b) Mengetahui kesulitan-kesulitan yang secara umum dialami oleh para remaja. Kesulitan-kesulitan manakah yang biasanya menjadi sebab timbulnya penyaluran dalam bentuk kenakalan;
c) Usaha pembinaan remaja :
1. Menguatkan sikap mental remaja supaya mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya
2. Memberikan pendidikan bukan hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan melainkan pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama, budi pekerti dan etiket.
3. Menyediakan sarana-sarana dan meciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar.
4. Usaha memperbaiki keadaan lingkungan sekitar, keadaan sosial keluarga maupun masyarakat di mana terjadi banyak kenakalan remaja.
2) Usaha pencegahan kenakalan remaja secara khusus
Dilakukan oleh para pendidik terhadap kelainan tingkahlaku para remaja. Pendidikan mental di sekolah dilakukan oleh guru, guru pembimbing dan psikolog sekolah bersama dengan para pendidik lainnya.Sarana pendidikan lainya mengambil peranan penting dalam pembentukan pribadi yang wajar dengan mental yang sehat dan kuat. Misalnya kepramukaan, dan yang lainnya.Usaha pendidik harus diarahkan terhadap remaja dengan mengamati, memberikan perhatian khusus dan mengawasi setiap penyimpangan tingkahlaku remaja di rumah dan di sekolah.
Pemberian bimbingan terhadap remaja tersebut bertujuan menambah pengertian remaja mengenai:
a) Pengenalan diri sendiri: menilai diri sendiri dan hubungan dengan orang lain.
b) Penyesuaian diri: mengenal dan menerima tuntutan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan tersebut.
c) Orientasi diri: mengarahkan pribadi remaja ke arah pembatasan antara diri pribadi dan sikap sosial dengan penekanan pada penyadaran nilai-nilai sosial, moral dan etik.
Bimbingan yang dilakukan dengan dua pendekatan:
a) Pendekatan langsung, yakni bimbingan yang diberikan secara pribadi pada si remaja itui sendiri. Melalui percakapan mengungkapkan kesulitan si remaja danmembantu mengatasinya.
b) Pendekatan melalui kelompok di mana ia sudah merupakan anggota kumpulan atau kelompok kecil tersebut:
(1) Memberikan wejangan secara umum dengan harapan dapat bermanfaat.
(2) Memperkuat motivasi atau dorongan untuk bertingklaku baik dan merangsang hubungan sosia; yang baik.
(3) Mengadakan kelompok diskusi dengan memberikan kesempatan mengemukaka pandangan dan pendapat para remaja dan memberikan pengarahan yang positif.
(4) Dengan melakukan permainan bersama dan bekerja dalam kelompok dipupuk solidaritas dan persekutuan denga Pembimbing.
b. Tindakan Represif
Usaha menindak pelanggaran norma-norma sosial dan moral dapat dilakukan dengan mengadakan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran.
1) rumah, remaja harus mentaati peraturan dan tata cara yang berlaku. Disamping itu perlu adanya semacam hukuman yang dibuat oleh orangtua terhadap pelanggaran tata tertib dan tata cara keluarga. Pelaksanan tata tertib harus dilakukan dengan konsisten. Setiap pelanggaran yang sama harus dikenakan sanksi yang sama. Sedangkan hak dan kewajiban anggota keluarga mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan dan umur.
2) Di sekolah, kepala sekolahlah yang berwenang dalam pelaksanan hukuman terhadap pelanggaran tata tertib sekolah. Dalam beberapa hal guru juga berhak bertindak. Akan tetapi hukuman yang berat seperti skorsing maupun pengeluaran dari sekolah merupakan wewenang kepala sekolah. Guru san staf pembimbing bertugas menyampaikan data mengenai pelanggaran dan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran maupun akibatnya. Pada umumnya tindakan represif diberikan diberikan dalam bentuk memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis kepada pelajar dan orang tua, melakukan pengawasan khusus oleh kepala sekolah dan team guru atau pembimbing dan melarang bersekolah untuk sementara atau seterusnya tergabtung dari macam pelanggaran tata tertib sekolah yang digariskan.
c. Tindakan Kuratif dan Rehabilitasi
Dilakukan setelah tindakan pencegahan lainnya dilaksanakan dan dianggap perlu mengubah tingkahlaku si pelanggar remaja itu dengan memberikan pendidikan lagi. Pendidikan diulangi melalui pembinaan secara khusus, hal mana sering ditanggulangi oleh lembaga khusus maupun perorangan yang ahli dalam bidang ini
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
B. Saran
Kenakalan remaja adalah suatu perbutan yang dapat merugikan lingkungan maupun diri sendiri. Oleh karena itu, sebagai generasi muda sebaiknya kita menjauhkan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan yang dianjurkan agama.
DAFTAR PUSTAKA
https://ryanprabowo.wordpress.com/2013/11/01/permasalahan-sosial-dalam-masyarakat-dikalangan-remaja/
https://fairuzayasha.wordpress.com/2016/10/09/masalah-sosial-di-indonesia-kenakalan-remaja/
![Description: adosex[1]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.jpg)
![Description: image_f6bf467c8040742b69b81e6094715638[1]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.jpg)
![Description: narkobacomplete[1]](file:///C:\Users\user\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image008.jpg)
Comments
Post a Comment