PENTINGNYA BERPIKIR KRITIS DAN BERSIKAP DEMOKRATIS




KATA PENGANTAR
     Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahanRahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah mengenai ayat ayat al qur’an tentang berfikir kritis dan bersikap demokratis.
      Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengajak pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.


Penyusun,


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang..................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................................ 1
C.     Tujuan Penulisan.................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Berpikir Kritis...................................................................................................... 2
1.      Pengertian Berpikir Kritis.............................................................................. 2
2.      Ciri Orang yang Berpikir Kritis...................................................................... 2
3.      Perintah Berpikir Kritis.................................................................................. 2
4.      Manfaat Berpikir Kritis.................................................................................. 3
5.      Menerapkan perilaku Berpikir Kritis dalam kehidupan................................. 3
B.     Bersikap Demokratis............................................................................................ 4
1.      Pengertian Bersikap Demokratis.................................................................... 4
2.      Perintah bersikap Demokratis........................................................................ 4
3.      Pandangan Ulama (Intelektual Muslim) tentang demokrasi.......................... 5
4.      Menerapkan perilaku bersikap demokratis dalam kehidupan........................ 7
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan.......................................................................................................... 9
B.     Saran ................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Berfikir memiliki makna fungsi dari akal fikiran yang berarti, dengan adanya berfikir maka seseorang dapat memanfaatkan akal fikirnya untuk bisa memahami apa saja kebenaran (hakikat) tentang segala sesuatunya. Kebenaran (hakikat) yang sejati yakni Allah Swt.
Jadi dengan adanya sebuah pola fikir pada otak manusia maka manusia mengenal Allah dan dapat mendekatkan dirinya kepada Nya. Oleh karena itu, berfikir yakni sebuah awal dari perjalanan ibadah umat manusia yang tanpa-Nya maka ibadah tersebut tak bernilai, sehingga apabila berkaitan dengan ibadah pastinya sudah terdapat ketentuan-ketentuan yang telah terperinci dari sang Maha Pencipta Allah Swt
Dalam Al-Qur’an banyak terdapatayat-ayat yang menyerukan manusia untuk memperhatikan, merenung dan memikirkan penciptaan Allah baik yang di langit, bumi maupun diantara keduanya.Diantara ayat-ayat yang menerangkan tentang hal tersebut yaitu Q.S Ali Imran ayat 190-191.
Demokrasi merupakan suatu paham yang didalamnya mengandung asas-asas musyawarah yang pernah dilakukan Rasulullah SAW semasa hidup beliau dan diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’anul-Karim. Indonesia juga merupakan negara demokrasi, akan tetapi demokrasi di Indonesia adalah demokrasi pancasila yang didasarkan pada sila-sila yang terdapat dalam pancasila tersebut.
Seperti halnya ajaran islam demokrasi juga menjunjung nilai persatuan dan kesatuan, maka dari itu kita sebagai generasi bangsa indonesia haruslah tahu tentang demokrasi. Dalam Al-Qur’an ada beberapa ayat yang menerangkan tentang demokrasi, salah satunya yaituQS Ali Imraan: 159

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian, ciri, manfaat dan menerapkan perilaku berpikir kritis?
2.      Bagaimana pengertian, pandangan ulama dna menerapkan perilaku bersikap demokratis?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk  mengetahui pengertian, ciri, manfaat dan menerapkan perilaku berpikir kritis
2.      Guna menambah wawasa tentang pengertian, pandangan ulama dna menerapkan perilaku bersikap demokratis



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Berpikir Kritis
1.      Pengertian Berfikir Kritis
Saat ini kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena untuk mengembangkan kemampuan berpikir lainnya, seperti kemampuan untuk membuat keputusan dan menyelesaian masalah. Banyak sekali fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang perlu dikritisi.
Perintah Berpikir Kritis Berpikir kritis didefinisikan beragam oleh para pakar. Menurut Mertes, berpikir kritis adalah  “sebuah proses yang sadar dan sengaja yang digunakan untuk menafsirkan dan mengevaluasi informasi dan pengalaman dengan sejumlah sikap reflektif dan kemampuan yang memandu keyakinan dan tindakan”.  Berangkat  dari  definisi  di  atas,  sikap  dan  tindakan  yang  mencerminkan berpikir kritis terhadap ayat-ayat Allah Swt. (informasi Ilahi) adalah berusaha memahaminya  dari  berbagai  sumber, menganalisis,  dan  merenungi kandungannya, kemudian menindaklanjuti dengan sikap dan tindakan positif.

2.      Ciri Orang Yang Berpikir Kritis
1.      Menggunakan bukti yang kuat dan tidak memihak
2.      Dapat mengungkapkan secara ringkas dan masuk akal
3.      Dapat membedakan secara logis antara simpulan yang valid dan tidak valid
4.      Menggunakan penilaian,bila tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung sebuah keputusan

3.      Perintah Berfikir Kritis
QS. ALI IMRON 190 – 191
žcÎ) Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@øŠ©9$# Í$pk¨]9$#ur ;M»tƒUy Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ   tûïÏ%©!$# tbrãä.õtƒ ©!$# $VJ»uŠÏ% #YŠqãèè%ur 4n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbr㍤6xÿtGtƒur Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur $uZ­/u $tB |Mø)n=yz #x»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß $oYÉ)sù z>#xtã Í$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ  

Artinya :   Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, QS. Ali Imron 190
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. QS. Ali Imron 191

isi kandungan surah ali imran ayat 190-191
1.      Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim
4.      Akal manusia hendaknya digunakan untuk memikirkan, menganalisa, dan menafsirkan segala ciptaan Allah.
5.      Dalam belajar tidak diperbolehkan memikirkan Dzat Allah, karena manusia mempunyai keterbatasan dalam hal tersebut dan dikhawatirkan akan terjerumus dalam berpikir yang tidak  sesuai.
6.      Jika seseorang memiliki renungan, ia memiliki pelajaran dalam segala perkara.
7.      Hendaknya manusia mempercayai bahwa semua penciptaan Alah tidak ada yang sia-sia.
Kesimpulan dari isi QS. Ali Imran ayat 190-191 yang berdasarkan penjelasan yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa Allah menegaskan kepada umat manusia dengan memberikan perumpamaan agar dapat dipetik hikmah atau pelajaran dengan menjelaskan sebagian dari ciri-ciri orang yang dinamai-Nya ulul albab, yakni : orang-orang yang tidak melalaikan Allah dalam setiap waktu.Mereka merasa tenang dengan mengingat Allah dan tenggelam dalam kesibukan mengoreksi diri secara sadar bahwa Allah selalu mengawasi mereka.

4.      Manfaat Berfikir Kritis
Adapun manfaat berfikir kritis di antaranya adalah:
1.      Dapat menangkap makna dan hikmah di balik semua ciptaan Allah Swt.;
2.      Dapat mengoptimalkan pemanfaatan alam untuk kepentingan umat manusia;
3.      Dapat mengambil inspirasi dari semua ciptaan Allah Swt. dalam mengembangkan iptek
4.      Menemukan jawaban dari misteri penciptaan alam (melalui penelitian);
5.      Mengantisipasi terjadinya bahaya, dengan memahami gejala dan fenomena alam;
6.      Semakin bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah akal dan fasilitas lain, baik yang berada di dalam tubuh kita maupun yang ada di alam semesta;
7.      Semakin bertambah keyakinan tentang adanya hari pembalasan;
8.      Semakin termotivasi untuk menjadi orang yang visioner;
9.      Semakin bersemangat dalam mengumpulkkan bekal untuk kehidupan di akhirat,dengan meningkatkan amal salih dan menekan /meninggalkan kemaksiatan

5.      Menerapkan Perilaku Berfikir Kritis Dalam Kehidupan
Menerapkan Perilaku Mulia Berikut ini adalah sikap dan perilaku terpuji  yang harus dikembangkan terkait dengan berpikir kritis berdasarkan ayat  al-Qur'an  dan hadis di atas ialah:
1.      Senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah akal sehat;
2.      Senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas anugerah alam semesta bagi   manusia;
3.      Melakukan kajian-kajian terhadap ayat-ayat  al-Qur'an  secara lebih mendalam bersama para pakar di bidang masing-masing;
4.      Menjadikan ayat-ayat  al-Qur'an  sebagai inpirasi dalam melakukan penelitianpenelitian ilmiah untuk mengungkap misteri penciptaan alam;
5.      Menjadikan ayat-ayat kauniyah (alam semesta) sebagai inspirasi dalam mengembangkan IPTEK;
6.      Mengoptimalkan pemanfaatan alam dengan ramah untuk kepentingan umat manusia;
7.      Membaca dan menganalisis gejala alam untuk mengantisipasi terjadinya bahaya;
8.      Senantiasa berpikir jauh ke depan dan makin termotivasi untuk menjadi orang yang visioner;
9.      Senantiasa berupaya meningkatkan amal salih dan menjauhi kemaksiatan sebagai tindak lanjut dari keyakinanannya tentang adanya kehidupan kedua di akhirat dan sebagai perwujudan dari rasa syukur kepada Allah Swt. atas semua anugerah-Nya; 10.  Terus memotivasi diri dan berpikir kritis dalam merespons semua gejala dan fenomena alam yang terjadi.

B.     Bersikap Demokratis
1.      Pengertian Bersikap Demokratis
Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani demos (rakyat) dan kratos (kekuasaan). Kata demokrasi berarti kekuasaan rakyat. Sedangkan, Bersikap demokratis berarti sikap hidup yang berpijak pada sikap egaliter (mengakui persamaan derajat) dan kebebasan berpikir.
Istilah demokrasi dalam sejarah Islam tetaplah asing, karena sistem demokrasi tidak pernah dikenal oleh kaum muslimin sejak awal. Orang-orang Islam hanya mengenal kebebasan (al hurriyah) yang merupakan pilar utama demokrasi yang diwarisi semenjak jaman Nabi Muhammad (Saw.), termasuk di dalamnya kebebasan memilih pemimpin, mengelola negara secara bersama-sama (syura), kebebasan mengkritik penguasa, kebebasan berpendapat.
Penekanan demokrasi dalam ajaran Islam adalah musyawarah dalam mengambil suatu keputusan atas suatu masalah (persoalan). Pada saat pelaksanaan musyawarah, pasti akan muncul berbagai pendapat, di mana semua pendapat dilengkapi dan didasari argumentasi atau alasan Oleh karena itu, hasil keputusan dari musyawarah harus dapat dipertanggungjawabkan karena semua pihak telah menyepakatinya. Apabila terjadi perbedaan pendapat yang tajam dan terpecahkan, hendaknya tidak dilanjutkan dengan berselisih pendapat yang akan menimbulkan perpecahan. Carilah solusi yang baik dengan mempertimbangkan sisi baik dan sisi buruk yang dapat ditimbulkan dari keputusan tersebut.

2.      Perintah Bersikap Demokratis
QS ALI IMRON 159                                                 
$yJÎ6sù 7pyJômu z`ÏiB «!$# |MZÏ9 öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆàsù xáÎ=xî É=ù=s)ø9$# (#qÒxÿR]w ô`ÏB y7Ï9öqym ( ß#ôã$$sù öNåk÷]tã öÏÿøótGó$#ur öNçlm; öNèdöÍr$x©ur Îû ͐öDF{$# ( #sŒÎ*sù |MøBztã ö@©.uqtGsù n?tã «!$# 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä tû,Î#Ïj.uqtGßJø9$# ÇÊÎÒÈ  

Artinya :   Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. QS. Ali Imron ayat 159

Isi Kandungan Surah Ali Imran Ayat 159
1.      Bersikap lemah lembut. Orang yang melakukan musyawarah harus menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala. Jika tidak, maka mitra musyawarah akan pergi menghindar.
2.      Memberi maaf dan bersedia membuka diri.Kecerahan pikiran hanya dapat hadir bersamaan dengan sirnanya kekerasan hati serta kedengkian dan dendam.
3.      Memohon ampunan Allah sebagai pengiring dalam bertekad, kemudian bertawakal kepada- Nya atas keputusan yang dicapai.
4.      Dalam  kehidupan bermasyarakat, musyawarah menjadi sangat penting  karena:
a.       Permasalahan yang sulit menjadi mudah setelah dipecahkan oleh orang banyak lebih-lebih kalau yang  membahas orang yang ahli.
b.      Akan terjadi kesepahaman dalam bertindak.
c.       Menghindari prasangka yang negatif, terutama masalah yang ada hubungannya dengan orang banyak
d.      Melatih diri menerima saran dan kritik dari orang lain
e.       Berlatih menghargai pendapat orang lain.

Selama  ini demokrasi diidentikkan dengan  syura dalam Islam karena adanya titik persamaan di antara keduanya.  Untuk melihat lebih jelas titik persamaan tersebut, perlu kita lihat jati diri masing-masing dari keduanya.

3        Pandangan Ulama (Intelektual Muslim) Tentang Demokrasi
Secara garis besar, pandangan para  ulama/cendekiawan muslim tentang demokrasi terbagi menjadi dua pandangan utama, yaitu; pertama, menolak sepenuhnya, kedua, menerima dengan syarat tertentu. Berikut ditamplkan   ulama yang mewakili kedua pendapat tersebut:

1.      Abul A’la Al-Maududi 
 Al-Maududi secara tegas menolak demokrasi. Menurutnya, Islam tidak mengenal paham demokrasi yang memberikan kekuasaan besar kepada rakyat untuk menetapkan segala hal.  Demokrasi adalah buatan manusia sekaligus produk dari pertentangan Barat terhadap agama sehingga cenderung  sekuler. Karenanya, al-Maududi menganggap demokrasi modern (Barat) merupakan sesuatu yang bersifat syirik. Menurutnya, Islam menganut paham teokrasi (berdasarkan hukum Tuhan).

2.      Mohammad Iqbal Menurut  Iqbal, 
sejalan  dengan  kemenangan  sekularisme  atas  agama, demokrasi modern menjadi kehilangan sisi spiritualnya sehingga jauh dari etika.  Demokrasi yang merupakan kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat telah mengabaikan keberadaan agama. Parlemen sebagai salah satu pilar demokrasi dapat saja menetapkan hukum yang bertentangan dengan nilai agama kalau anggotanya menghendaki. Karenanya, menurut Iqbal Islam tidak dapat menerima model demokrasi Barat yang telah kehilangan basis moral dan spiritual. Atas dasar itu, Iqbal menawarkan sebuah konsep demokrasi spiritual yang dilandasi oleh etik dan moral ketuhanan. Jadi yang ditolak oleh Iqbal bukan demokrasi an sich, seperti yang dipraktekkan di Barat.
 Lalu, Iqbal menawarkan sebuah model demokrasi sebagai berikut:
a)  Tauhid sebagai landasan asasi.
b)  Kepatuhan pada hukum.
c)  Toleransi sesama warga.
d)  Tidak dibatasi wilayah, ras, dan warna kulit.
e)  Penafsiran hukum Tuhan melalui  ijtihad.

3.      Muhammad Imarah
 Menurut Imarah, Islam tidak menerima demokrasi secara mutlak dan juga  tidak  menolaknya  secara  mutlak.  Dalam demokrasi,  kekuasaan legislatif (membuat dan menetapkan hukum) secara mutlak berada di tangan rakyat. Sementara, dalam sistem syura (Islam) kekuasaan tersebut merupakan wewenang Allah Swt.. Dialah pemegang kekuasaan hukum tertinggi.  Wewenang manusia hanyalah menjabarkan dan merumuskan hukum sesuai dengan prinsip yang digariskan  Tuhan serta berijtihad untuk sesuatu yang tidak diatur oleh ketentuan Allah Swt.. Jadi, Allah Swt. berposisi sebagai  al-Syâri’  (legislator) sementara manusia berposisi sebagai  faqîh  (yang memahami dan menjabarkan hukum-Nya).
Demokrasi Barat berpulang pada pandangan mereka tentang batas kewenangan Tuhan.  Menurut  Aristoteles, setelah  Tuhan menciptakan alam, Dia membiarkannya. Dalam filsafat Barat, manusia memiliki kewenangan legislatif dan eksekutif. Sementara, dalam pandangan Islam, Allah Swt. pemegang otoritas tersebut. Allah berfirman: “Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”.  (Q.S.al-A’râf/7:54). Inilah batas yang membedakan antara sistem syariah Islam dan demokrasi Barat. Adapun hal lainnya seperti membangun hukum atas persetujuan umat, pandangan mayoritas, serta orientasi pandangan umum, dan sebagainya adalah sejalan dengan Islam.

4.      Yusuf al-Qardhawi
 Menurut Al-Qardhawi, substasi demokrasi sejalan dengan Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal, misalnya sebagaimana berikut:
a)     Dalam  demokrasi  proses  pemilihan  melibatkan  banyak  orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin dan mengurus keadaan mereka.  Tentu saja, mereka tidak boleh akan memilih sesuatu yang tidak mereka sukai. Demikian juga dengan Islam. Islam menolak seseorang menjadi imam salat yang tidak disukai oleh ma'mum di belakangnya.
b)     Usaha setiap  rakyat untuk  meluruskan penguasa  yang tiran juga sejalan dengan Islam. Bahkan  amar  ma'ruf  dan  nahi  mungkar  serta memberikan nasihat kepada pemimpin adalah bagian dari ajaran Islam.
c)     Pemilihan umum termasuk jenis pemberian saksi. Karena itu, barangsiapa  yang  tidak  menggunakan  hak  pilihnya  sehingga kandidat yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenarnya tidak layak, berarti ia telah menyalahi perintah Allah Swt. untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan.
d)    Penetapan hukum yang berdasarkan suara mayoritas juga tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Contohnya dalam sikap Umar yang tergabung dalam syura. Mereka ditunjuk Umar sebagai kandidat khalifah dan sekaligus memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah berdasarkan suara terbanyak. Sementara, lainnya yang tidak terpilih harus tunduk dan patuh. Jika suara yang keluar tiga lawan tiga,  mereka harus memilih seseorang yang diunggulkan dari luar mereka, yaitu Abdullah  ibnu Umar. Contoh lain adalah penggunaan pendapat jumhur ulama dalam  masalah  khilafiyah. Tentu  saja,  suara  mayoritas  yang  diambil ini adalah selama tidak bertentangan dengan nash syariat secara tegas.
e)     Kebebasan pers dan kebebasan mengeluarkan pendapat, serta otoritas pengadilan merupakan sejumlah hal dalam demokrasi yang sejalan dengan Islam.

5.      Salim Ali al-Bahasnawi
Menurut  Salim Ali al-Bahasnawi, demokrasi mengandung sisi yang baik yang tidak bertentangan dengan Islam dan memuat sisi negatif yang bertentangan dengan Islam. Sisi baik demokrasi adalah adanya kedaulatan rakyat selama tidak bertentangan dengan Islam. Sementara, sisi buruknya adalah penggunaan hak legislatif secara bebas yang bisa mengarah pada sikap menghalalkan yang haram dan menghalalkan yang haram.
Karena itu, ia menawarkan adanya  Islamisasi demokrasi sebagai berikut:
a)      Menetapkan tanggung jawab setiap individu di hadapan Allah Swt..
b)      Wakil rakyat harus berakhlak Islam dalam musyawarah dan tugastugas lainnya
c)      Mayoritas  bukan ukuran  mutlak dalam kasus yang hukumnya tidak ditemukan dalam  al-qur'an  dan Sunnah  (Q.S.an-Nisa/4:59)  dan (Q.S.al-Ahzab/33:36).
d)     Komitmen terhadap Islam terkait dengan persyaratan jabatan sehingga hanya yang bermoral yang duduk di parlemen.

4        Menerapkan Perilaku Bersikap Demokratis Dalam Kehidupan
Perilaku  demokratis  yang  harus  dibiasakan  sebagai  implementasi  dari  ayat  dan hadis yang telah dibahas antara lain sebagai berikut:
1.      Bersikap lemah lembut jika hendak menyampaikan pendapat (tidak berkata kasar ataupun  bersikap keras kepala);
2.      Menghargai pendapat orang lain;
3.      Berlapang dada untuk saling memaafkan;
4.      Memohonkan ampun untuk saudara-saudara yang bersalah;
5.      Menerima keputusan bersama (hasil musyawarah) dengan ikhlas;
6.      Melaksanakan keputusan-keputusan musyawarah dengan tawakal; 
7.      Senantiasa bermusyarawarah tentang hal-hal yang menyangkut kemaslahatan bersama;
8.      Menolak segala bentuk diskriminasi atas nama apapun;
9.      Berperan aktif dalam bidang politik sebagai bentuk partisipasi dalam membangun bangsa;



BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Adapun simpulan dari karya tulis ini adalah sebagai berikut :
1.      Berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat Al-Qur’an merupakan perilaku yang pada hakikatnya memiliki banyak manfaat, terutama dalam hal bersyukur dan memecahkan masalah melalui proses kerja sama dalam musyawarah.
2.      Ayat Al-Qur’an yang membahas tentang hakikat serta manfaatdari berpikir secara kritis dan bersikap secara demokratis adalah Q.S. Ali-‘Imran ayat 190-191dan Q.S. Ali-‘Imran ayat 159.
3.      Pengembangan sikap dan perilaku terpuji terkait dengan berpikir kritis dan bertindak secara demokratis merupakan hal penting yang perlu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari guna perwujudan implementasi nyata dari ayat Al-Qur’an.

B.     Saran
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, untuk itu kepada guru pembimbing yaitu Bapak Ahmad Idris Jatnika, S.Ag.saran dan kritik sangatlah diperlukan oleh penulis agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya. Dan semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca yang ingin mengkaji tentang hakikat dan manfaat dari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat Al -Qur’an, ayat Al-Qur’an yang mana saja yang membahas tentang hakikat serta manfaat dari berpikir secara kritis dan bertindak secara demokratis, serta sikap dan perilaku terpuji apa saja yang dapat dikembangkan terkait dengan berpikir kritis dan bertindak secara demokratis menurut ayat-ayat Al-Qur’an.


DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/document/335812574/MAKALAH-AGAMA-docx, diakses pada tanggal 25 September 2018 pukul 15.00 WITA

http://kaamingsun.blogspot.com/2016/10/makalah-berpikir-kritis-dan-bersikap_10.html diakses pada tanggal 25 September 2018 pukul 15.00 WITA

Comments