PENYEBARAN MANUSIA MODERN



SEJARAH PEMINATAN
PENYEBARAN MANUSIA MODERN




KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah kami dapat terselesaikan.
            Makalah  ini kami susun untuk memenuhi tugas yang diberikan kepada kami dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai penyebaran manusia moderen.
            Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih guru bidang studi sejarah yang telah memberikan bimbingan dan saran yang berharga dalam penyusunan makalah ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik.
            Kami menyadari bahwa laporan ini sangat jauh dari kesempurnaan dan masih mengalami kekurangan baik dari segi isi maupun penyusunannya. Maka dari itu, kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini.




Penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................... 1
A.    Latar belakang................................................................................................................ 1
B.     Rumusan msalah............................................................................................................. 1
C.     Tujuan............................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................... 2
A.    Asal usul manusia moderen............................................................................................ 2
B.     Teori Out of Africa......................................................................................................... 2
C.     Penyebaran manusia moderen dari Afrika...................................................................... 4
D.    Penyebaran manusia modern ke Indonesia..................................................................... 5
E.     Manusia moderen awal eurasia timur dan australasia..................................................... 6

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan..................................................................................................................... 6
B.     Saran............................................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Teori evolusi menjadi semacam landasan ilmiah bagi materialisme, dasar pijakan ideologi komunisme. Dengan merujuk teori evolusi, komunisme berusaha membenarkan diri dan menampilkan ideologinya sebagai sesuatu yang logis dan benar. Karena itulah Karl Marx, pencetus komunisme, menuliskan The Origin of Species, buku Darwin yang mendasari teori evolusi dengan “Inilah buku yang berisi landasan sejarah alam bagi pandangan kami”1.
Namun faktanya, temuan-temuan baru ilmu pengetahuan modern telah membuat teori evolusi, dogma abad ke-19 yang menjadi dasar pijakan segala bentuk ajaran kaum materialis, menjadi tidak berlaku lagi, sehingga ajaran ini — utamanya pandangan Karl Marx — benar-benar telah ambruk. Ilmu pengetahuan telah menolak dan akan tetap menolak hipotesis materialis yang tidak mengakui eksis-tensi apa pun kecuali materi. Dan ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa segala yang ada merupakan hasil ciptaan sesuatu yang lebih tinggi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Asal usul manusia moderen?     
2.      Bagaimana penyebaran Teori Out of Africa ?
3.      Bagaimana Penyebaran manusia moderen dari Afrika?      
4.      Bagaimana Penyebaran manusia modern ke Indonesia?     
5.      Bagaimana Manusia moderen awal eurasia timur dan australasia?

C.    Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas guna mengetahui tentang penyebaran manusia purba diantaranya :
1.      Asal usul manusia moderen   
2.      Teori Out of Africa    
3.      Penyebaran manusia moderen dari Afrika     
4.      Penyebaran manusia modern ke Indonesia    
5.      Manusia moderen awal eurasia timur dan australasia




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Asal mula manusia modern       
Fosil- fosil dan artefak yang ditinggalkan oleh manusia purba dimasa pengembaraan mereka, menjadi satu-satunya petunjuk untuk penelitian persebaran manusia purba.Seiring berjalannya waktu, teknologi yang berkaitan dengan penelitian ini telah ditemukan. Salah satu teknologi itu adalah teknologi genetika. Penerapan teknologi genetika telah digunakan dalam penelitian ini.Idenya adalah, menggunakan DNA mitokondria (mtDNA) untuk mengetahui hubungan antar populasi. Dasar persamaan genetik digunakan untuk mengungkap cikal bakal manusia modern.
Menurut salah satu buku refrensi kami, penelitian membuktikan bahwa kode- kode genetika manusia atau genom ternyata 99,9 % identik di seluruh dunia. Selebihnya adalah DNA yang bertanggung jawab membedakan setiap individu seperti, warna mata ,resiko penyakit, dan DNA yang fungsinya tidak begitu jelas.
Mutasi acak yang tidak berbahaya dapat terjadi dalam DNA manusia. Namun tetap saja, mutasi-mutasi yang memberikan petunjuk tetap terlindungi. Salah satunya adalah DNA mitokondria yang selalu diteruskan utuh dari ibu kepada anaknya. Contoh lain terjadi pada kromosom Y  yang menentukan laki-laki, berpindah utuh dari ayah ke anak laki-laki.
Dari penelitian tersebut juga, para ilmuan dapat menyimpulkan bahwa, seluru manusia modern sekarang ini , semua merupakan satu kerturunan. Atau satu nenek moyang (“Hawa” mitokondria). Hawa mitokondria segara bergabung dengan “Adam kromosom Y”. Bisa dikatakan semua umat manusia terkait dengan Hawa mitokondria, melalui rantai para ibu yang tidak pernah terputus.
Kesimpulan dari penelitian tersebut menjelaskan sesuatu. Bahwa,manusia modern bukan merupakan keturunan dari manusia purba semacam Homo sapiens yang hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu. Atau bahkan, spesies yang lebih tua seperti Homo habilis, Homo ergaster ,dan Homo erectus.
Variasi atau keberagaman antara satu kelompok ke krlompok lain, dapat menjadi petunjuk dalam penyebaran manusia.Gen dapat bermutasi. Secara alamiah, gen tersebut memang tidak membahayakan atau pun membawa akibat buruk. Hanya saja mutasi tersebut menghasilkan individu yang memiliki has tertentu. Mutasi tersebut juga menghasilkan sifat keraagaman sel yang disebut dengan polimorfisme.
Polimorfisme, ternyata dapat juga digunakan sebagai penelitian asal usul manusia dan berbagai hubungan seperti, kekerabatan antar ras dan suku, serta membedakan ras yang satu dengan yang lain.
Ini membuktikan bahwa jauh dekatnya kekerabatan suatu populasi atau kelompok dapat dilihat dari persamaan variasi suku bangsa tersebut. Jika jumlah variasi yang memisahkan dua kelompok etnik, semakin jauh kekerabatanya. Namun terjadi hal yang sebaliknya. Jika ada dua orang yang mtDNA nya persis sama, maka kemungkinan besar mereka memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat
B.     Teori Out of  Africa




Teori Out of Africa  yang ditemukan oleh James Watson beserta rekan  menyatakan bahwa makhluk yang disebut sebagai manusia, muncul dan hidup pada satu kawasan saja, yaitu di Afrika, kurang lebih dimulai pada tahun 200.000 S.M. Manusia pertama ini kemudian berkembang dan bertambah banyak. Manusia ini memiliki gaya hidup nomaden, sehingga terus berpindah untuk mendapatkan makanan. Gaya hidup dan populasi yang semakin banyak mengakibatkan manusia ini berpindah ke tempat-tempat lainnya di muka bumi.
Sejak tahun 200.000 S.M. hingga 60.000 S.M., manusia menyebar ke seluruh wilayah di Afrika. Tahun 60.000 S.M., manusia mulai menyebar ke Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia. Pada saat itu suhu bumi menurun hingga menyebabkan terbentuknya es di bagian utara bumi, yaitu Eropa Utara dan Amerika Utara, dan menurunkan ketinggian permukaan air. Hal ini menyebabkan munculnya lebih banyak daratan dan memudahkan manusia untuk berpindah. Tahun 55.000 S.M., manusia mulai bergerak ke arah Asia Tengah. Tahun 50.000 S.M., es mulai mencair sehingga ketinggian permukaan air mulai naik kembali. Pada saat itu manusia sudah memenuhi Asia Tengah dan memasuki Asia Timur. Tahun 45.000 S.M., manusia menyebar hingga ke wilayah Rusia dan memasuki wilayah Eropa. Tahun 40.000 S.M., manusia telah tersebar luas di Afrika, Eropa, Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Australia. Tahun 30.000 S.M., suhu bumi kembali turun melebihi jaman es sebelumnya. Hal ini menyebabkan munculnya daratan luas yang menghubungkan Asia dan Amerika di wilayah utara. Inilah yang menyebabkan penyebaran manusia memasuki wilayah Amerika Utara. Tahun 20.000 S.M., manusia telah tersebar hingga Amerika Selatan. Tahun 15.000 S.M., suhu bumi kembali naik dan es mulai mencair. Pada tahun 10.000 S.M., peta darat dan laut bumi sudah mirip seperti yang kita ketahui pada saat ini.
Teori ini juga cukup diperkuat dengan adanya “pabrik cat” yang berumur 100.000 tahun. Pabrik cat ini ditemukan di Gua Blombos dekat Cape Town, Afrika Selatan. Penemuan mengenai cat ini memunculkan dugaan bahwa manusia pada saat itu telah mengenal bahasa untuk berkomunikasi.
Pada tahun 1994, penelusur gua menemukan tulang belulang dalam rangkaian gua di utara Spanyol. Tulang belulang yang ditemukan kemudian diperiksa oleh para ahli arkeologi. Tulang belulang milik neandertal yang mungkin meninggal secara tragis sekitar 43.000 tahun ini mengungkapkan beberapa kenyataan mengenai hubungan neandertal dan manusia modern yang melakukan nomaden dari Afrika. Neandertal telah menguasai Eurasia kurang lebih selama 200.000 tahun. Fosil neandertal yang ditemukan ini mengalami iklim yang sangat ekstrem dan tertekan oleh kedatangan manusia modern dari Afrika. Tetapi, 15.000 tahun kemudian, neandertal lenyap selamanya. Iklim yang ekstrem mengakibatkan neandertal kekurangan gizi, dilihat dari struktur giginya. Namun, penelitian selanjutnya mengatakan bahwa tulang belulang tersebut memiliki tepi bergerigi. Hal ini diakibatkan oleh pukulan keras dari manusia modern yang mengincar otak dan sumsum, dengan kata lain kanibal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa garis keturunan antara manusia modern yang datang dari Afrika dan Neandertal terpisah sejak 700.000 tahun yang lalu. Neandertal sendiri lebih dekat kepada manusia, dibandingkan dengan simpanse yang merupakan 98,7% sama dengan manusia modern. Neandertal memiliki struktur dan komposisi pembangun tubuh yang sangat mirip dengan manusia modern yang berasal dari Afrika. Oleh karena itu, pembaruan terhadap Out of Africa Theory mengatakan bahwa manusia modern dari Afrika dan neandertal memiliki nenek moyang yang sama. Lenyapnya neandertal dalam rantai perkembangan manusia diduga tidak seperti yang terdapat dalam Out of Africa Theory sebelumnya. Neandertal diduga lenyap karena kebiasaan makan daging dan berburu. Puncak jaman es yang terjadi pada tahun 30.000-23.000 S.M. benar-benar sangat kejam karena fluktuasinya yang singkat. Hal ini menekan populasi neandertal hingga kepada titik punah.
Teori Out of Africa dipatahkan juga oleh adanya manusia purba yang diberi sebutan Meganthropus Palaeojavanicus, atau manusia raksasa dari Jawa kuno. Fosil manusia purba ini ditemukan pada tahun 1941 oleh G.H.R. Von Koenigswald di Desa Sangiran, dekat Surakarta, Jawa Tengah.
C.    Penyebaran manusia modern dari Afrika
Salah satu model migrasi manusia berdasarkan DNAmitokondria
Asal usul manusia modern dari Afrika adalah model yang kini paling diterima dalam paleoantropologi untuk menggambarkan asal usul dan penyebaran dini manusia modern.[1]Teori ini disebut dalam pers bahasa Inggris model (Recent) Out-of-Africa ("keluar dari Afrika"), dan dalam dunia akademis model Recent single-origin hypothesis aatau RSOH ("hipotesa asal usul tunggal yang baru"), Replacement Hypothesis ("hipotesa penggantian") dan Recent African Origin atau RAO ("asal usul dari Afrika yang baru"). Hipotesa bahwa manusia memiliki asal usul yang tunggal (monogenesis) pernah dirumuskan Charles Darwin dalam Descent of Man (1871).[2] Paham ini bersifat spekulatif sampai tahun 1980-an, ketika dibenarkan oleh penelitian atas DNA mitokondria pada manusia masa kini, dipadukan dengan bukti-bukti yang didasarkan pada antropologi fisikatas spesimen kuno.
Penterjemahan genetika dan bukti fossilmenunjuk bahwa perkembangan Homo sapiens purba menjadi manusia hanya terjadi diAfrika, antara 200 000 dan 150 000 lalu,[3]bahwa anggota dari satu cabang dari Homo sapiens meninggalkan Afrika antara 125 000 dan 60 000 tahun lalu, dan bahwa dalam perjalanan waktu Homo sapiens tersebut menggantikan populasi manusia yang lebih dini seperti manusia Neanderthal dan Homo erectus. The date of the earliest successful "out of Africa" migration (earliest migrants with living descendents) has generally been placed at 60,000 years ago as suggested by genetics, although attempts at migration out of the continent may have taken place as early as 125,000 years ago according to Arabian archaeology finds of tools in the region.
Asal usul tunggal manusia modern di Afrika Timur adalah pandangan yang dipegang mayoritas masyarakat ilmiah Ada teori yang berbeda mengenai apakah terjadi satu hijrah atau lebih. Dalam model penyebaran jamak termasuk teori Penyebaran Selatan, yang akhir-akhir ini mendapat dukungan dari bukti-bukti genetikalinguistikdan arkeologis. Sejumlah peneliti yang kian besar juga menduga bahwa "Afrika Utara yang lama diabaikan" adalah tempat asal awal manusia modern yang pertama berhijrah dari Afrika.
Teori saingan yang paling kuat adalah asal usul multiregional manusia modern, yang melihat segelombang Homo sapiens berhijrah dari Afrika, kemudian berbaur dengan populasi Homo erectus setempat di beberapa kawasan bumi. Kebanyakan multiregionalis tetap melihat Afrika sebagai sumber utama keanekaragaman genetik manusia, namun memperkirakan peranan yang jauh lebih besar bagi pencampuran

D.    Penyebaran Manusia Modern ke Indonesia

      Homo erectus, yang meninggalkan Afrika sekitar 1,8 juta tahun lalu.Makhluk ini kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia.Hal ini terbykti dengan banyaknya penemuan fosil,seperti di Tanzania,Kenya,dan Aljazair di Afrika,serta di Eropa seperti di Jerman Barat,Jerman Timur,Prancis,Hongaria,Yunani,dan kebanyakan di temukan di Indonesia.Homo erectus sampai di pulau Jawa 1 juta tahun yang lalu.Sekitar 600 ribu tahun yang lalu spesies ini telah menyebar ke Asia Utara.Homo erectus sampai di Eropa sekitar 700 tahun lalu.   
   Manusia modern pertama memiliki tengkorak yang lebih tinggi dan lebih bulat daripada Homo erectus.Homo erectus tidak memiliki dagu yang menonjol,seperti yang dimiliki oleh manusia modern.Manusia modern pertama juga tidak memiliki tulang alis yang besar seperti halnya Homo erectus.
Oppenheimer, memaparkan pendapat sebagian besar ahli dunia tentang persebaran manusia sejak lahir di tanah Afrika sekitar 170 ribu tahun silam.
Pada 90-85 ribu tahun silam, sekelompok manusia meninggalkan Afrika ke timur, lewat Laut Merah. Dalam 10 ribu tahun, mereka terus bergeser  mengikuti garis pantai Asia hingga sampai ke pantai di Cina.
Dari sisi genetis, pendekatan Oppenheimer itu didukung oleh para pakar genetika. Penelitian hampir 100 ilmuwan genetika Asia, termasuk Profesor Sangkot Marzuki yang memimpin Lembaga Eijkman, sudah memetakan genetika manusia Asia. Hasilnya adalah, Asia Tenggara adalah pusat penyebaran (manusia modern) setelah Afrika.
Pendapat lainnya mengatakan bahwa, setelah sampai Asia, mereka berpencar secara berkelompok. Satu kelompok tinggal di sekitar semenanjung Arab, India dan mugkin wilayah Asia yang lebih jauh.
Masih dari pendapat yang sama, para pengembara tadi sampai di Australia Barat Daya 45.000 tahun yang lalu. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya fosil seorang laki- laki di Lake Mungo.
Tidak ada jejak fisik dalam perjalanan tersebut. Kemungkinan sudah lenyap oleh naiknya air laut sesudah zaman es.
Berbagai jenis ras diperkiraan berasal dari asia tengah hal tersebut didasarkan atas penemuan tulang belulang kuno. Contohnya Papua Melanosoid, Europoid, Mongoloid, dan Austroloid. Dari percampuran mereka lahirlah bangsa melayu yang menyebar melalui sungai dan lembah kedaerah pantai  dikarenakan adanya wabah penyakit , ke teluk Tonkin lalu indo cina menyebar ke Kamboja, Muang Thai yang kemudian menjadi bangsa Austroasia. Yang kemudian mereka munuju kepulaan dan kemudian menjadi bangsa Austronesia.
            Bangsa Thailand Selatan, Singapura, Indonesia, Brunei, dan Philipina Selatan memiliki kesamaan terhadap bangsa cina di sebelah timur dan bangsa India di sebelah barat

E.     Manusia Modern Awal Eurasia Timur dan Australasia
Data arkeologi dan genetik terbaru dari Eurasia timur dan Australasia mulai menantang hipotesis peristiwa migrasi yang gagal dari persebaran awal Homo sapiens dari Afrika ke Levant selama periode MIS-5 (126-74 kya). Melacak dan memahami persebaran manusia modern awal di Asia Tenggara akan menjawab apakah peristiwa migrasi tersebut sukses berdasarkan kontinuitas genetik pada populasi saat ini.
Temuan fosil Homo sapiens awal dari situs Wadi-el-Mughara di Israel Utara oleh Garrod pada akhir dekade 20an, dan fosil dari situs Qafzeh, bagian selatan Galilee, oleh Neuville (1932-1935) dan Vandermeersch (1965-1979) memberikan bukti awal yang kuat untuk menginvestigasi pertanyaan penting terkait peran Levant dalam sejarah evolusi manusia. Serangkaian pengukuran radiocarbon dilakukan selama lebih dari 25 tahun yang memberikan hasil kurang lebih seragam bahwa Levant dihuni oleh manusia modern awal pada periode MIS 5 (126-74 kya). Perlu dicatat, periode MIS 5 ini adalah setelah periode glasial sejak 200 kya, dengan iklim basah dan kering, mulai lembab mendekati kondisi iklim normal seperti sekarang setidaknya akhir MIS 5 (75 kya). Pada periode ini manusia awal terdeteksi sudah menghuni semenanjung Arabia. Periode hangat tercatat di Levant sekitar 113-93 kya, dan di pesisir utara Sahara sekitar 83-43 kya. Permukaan laut naik sampai 9 meter pada awal MIS 5 (126 kya) dan mulai turun menjadi normal sampai 118 kya. Pada periode tersebut sulit sekali mencari jembatan darat yang menghubungkan Semenanjung Arabia dan Afrika Timur. Satu-satunya koridor migrasi, jika pernah terjadi migrasi, adalah melalui Semenanjung Sinai.
Temuan tengkorak manusia yang diestimasi berumur 54.7 kya dari Gua Manot di Israel yang memiliki afinitas morfologi dengan populasi Eropa periode Upper Palaeolithic (UP) bisa menjadi pertanda adanya relasi geografik kedua populasi namun masih perlu bukti-bukti lain yang mendukung, DNA purba misalnya. Kita tahu, bahwa menurut perkakas batu yang ada, salah satu teknologi perkakas batu populasi UP Eropa (Augnarician) memiliki keterkaitan dengan teknologi alat batu Ahmarian dari Levant. Fosil Skhul dan Qafzeh sendiri secara kronologis terlalu jauh dari awal munculnya manusia modern di Eurasia Barat (47 kya di situs Bohunice-Kejbaly dengan teknologi Bohunician-Szeletian). Umur estimasi manusia Skhul 98 kya, sedangkan Qafzeh 82-110 kya. Namun perlu dicatat Skhul juga dihuni populasi Neandertal sebelumnya (200 kya-90 kya).
Transisi Middle ke Upper Palaeolithic di Eropa bisa dijelaskan secara garis besar sebagai pertemuan antara pendatang dengan teknologi Bohunician yang sangat mungkin dari Levant (setelah 55 kya), dan populasi lokal dengan teknologi Szeletian. Kemiripan Bohunican dan Szeletian bisa dijelaskan karena adanya kontak langsung/interaksi sosial (difusi) antara kedua populasi. Jika sebelum kedatangan populasi dari Levant sudah ada populasi lokal di Eropa Tengah, siapakah mereka dan dari mana? Data genetik pun masih sulit menentukan secara definitif. Namun dari beberapa data DNA purba Eropa, ada kecenderungan populasi Eropa (western hunter-gatherers, WHG) berasal dari populasi proto-Eurasia dan terpisah dari eastern hunter-gatherers (EHG) sekitar 45 kya (Yang et al. 2017), seperti relasi antara manusia Ust-Ishim dengan Oase 1 dari garis paternal. Bukti bahwa Oase 1 adalah berasal dari Eurasia Timur dari hasil analisis genome manusia awal Eurasia oleh Yang dan Fu (2018) seperti di bawah:
Yang and Fu (2018)
Separasi yang jelas antara persebaran manusia modern awal dengan persebaran berikutnya di Eurasia juga ditunjukkan oleh data genetik. Saat ini, data menunjukkan bahwa tidak ada keberlanjutan antara manusia modern awal (MIS 5) dengan manusia modern saat ini berdasarkan data genetik. Bukti arkeologi dan data genetik cenderung mengarah pada ketidakberhasilan migrasi paleo-deme Levant (Skhul/Qafzeh) dan tidak meninggalkan jejak genetika pada populasi manusia modern saat ini, walaupun tidak pernah ada upaya untuk mengekstraks DNA manusia purba dari Levant. Spekulasi ini masih lemah dan perlu bukti yang cukup untuk menarik kesimpulan tersebut. Selain itu, para ilmuwan juga menyatakan bahwa iklim menjadi penghalang persebaran manusia modern awal MIS 5. Namun karena data-data baru yang cenderung lebih lambat muncul dibanding kecepatan spekulasi dan hipotesis yang ada, persebaran manusia modern awal ternyata lebih kompleks dari yang pernah disimpulkan konsensus akademik.



BAB III
                                                                    PENUTUP
A.    Kesimpulan
manusia modern bukan merupakan keturunan dari manusia purba semacam Homo sapiens yang hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu. Atau bahkan, spesies yang lebih tua seperti Homo habilis, Homo ergaster ,dan Homo erectus.Variasi atau keberagaman antara satu kelompok ke krlompok lain, dapat menjadi petunjuk dalam penyebaran manusia.Gen dapat bermutasi. Secara alamiah, gen tersebut memang tidak membahayakan atau pun membawa akibat buruk. Hanya saja mutasi tersebut menghasilkan individu yang memiliki has tertentu. Mutasi tersebut juga menghasilkan sifat keraagaman sel yang disebut dengan polimorfisme
Teori Out of Africa  yang ditemukan oleh James Watson beserta rekan  menyatakan bahwa makhluk yang disebut sebagai manusia, muncul dan hidup pada satu kawasan saja, yaitu di Afrika, kurang lebih dimulai pada tahun 200.000 S.M. Manusia pertama ini kemudian berkembang dan bertambah banyak. Manusia ini memiliki gaya hidup nomaden, sehingga terus berpindah untuk mendapatkan makanan. Gaya hidup dan populasi yang semakin banyak mengakibatkan manusia ini berpindah ke tempat-tempat lainnya di muka bumi.
Hipotesa bahwa manusia memiliki asal usul yang tunggal (monogenesis) pernah dirumuskan Charles Darwin dalam Descent of Man (1871).[2] Paham ini bersifat spekulatif sampai tahun 1980-an, ketika dibenarkan oleh penelitian atas DNA mitokondria pada manusia masa kini, dipadukan dengan bukti-bukti yang didasarkan pada antropologi fisikatas spesimen kuno
B.     Saran
Kami menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu sara dan kritik sangat kami harapkan      



DAFTAR PUSTAKA
http://www.artikelsiana.com/2014/09/persebaran-nenek-moyang-bangsa-Indonesia.html#_

Mustafa Shodiq . 2006. Wawasan Sejarah 1 Indonesia dan Dunia. Solo : Tiga Serangkai

Mustopo Habib. 2007. Sejarah 1. Jakarta : Yudhistira

Comments